Satgas Perbatasan RI-Papua Nugini Latih Pemuda Yatim Piatu untuk Jadi Prajurit TNI

Herawati ยท Kamis, 14 Mei 2020 - 12:25 WIT
Satgas Perbatasan RI-Papua Nugini Latih Pemuda Yatim Piatu untuk Jadi Prajurit TNI
TNI latih pemuda yatim piatu di Merauke untuk menjadi prajutit TNI. (Foto: Istimewa).

MERAUKE, iNews.id – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan dari Yonif MR 411/PDW Kostrad Pos Toray membina dan mempersiapkan seorang pemuda yatim piatu, Yusuf Roni Kabarjay (20), untuk menjadi prajurit TNI. Putra daerah asli Papua itu pun sedang seleksi tahap akhir Rekrutmen Tamtama PK TNI AD.

Dansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad, Mayor Inf Rizky Aditya, membenarkan hal tersebut. Personel Pos Toray yang dipimpin Letda Inf Wesly Baslius Tanaem telah melakukan pembinaan rutin kepada seorang pemuda dari Suku Yeinan untuk menjadi prajurit TNI AD.

"Roni Kabarjay merupakan seorang anak yatim piatu yang tinggal di Kampung Toray, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, sejak kecil bersama dengan Kakak Iparnya," kata Mayor Rizky dalam keterangan yang diterima iNews.id, Kamis (14/5/2020).

Pembinaan yang diberikan meliputi materi kesegaran jasmani A yakni lari 12 menit. Kemudian kesegaran jasmani B seperti pull up, twis sit up, push up, lunges, shuttle run serta materi test psikologi.

"Pembinaan fisik dan latihan psikologi yang diberikan sejak jauh-jauh hari merupakan hal yang penting dalam kesiapan mengikuti seleksi prajurit TNI AD yang bertujuan untuk menjadi bekal dan kelancaran dalam mengikuti seleksi," ujar dia.

Saat ini Roni Kabarjay telah menjalani karantina untuk menghadapi seleksi tahap akhir Rekrutmen Tamtama PK TNI AD Gel II tahun 2020 bertempat di Ajenrem 174/ATW. Dia berharap, pembinaan dari personel Pos Toray dapat menjadi bekal bagi Roni melewati tes dan diterima sebagai prajurit TNI AD.

Sementara itu, Yonias Kapaiter (54), kakak ipar atau wali Roni Kabarjay, mengucapkan terima kasih kepada Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Pos Toray, yang telah membantu dan membina Roni sebelum mendaftar.

"Semoga Roni yang sudah seperti anak saya sendiri, bisa lulus menjadi tentara dan kelak jejaknya diikuti oleh adik-adiknya," kata Yonias.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal