Surat Panggilan Kedua Dilayangkan KPK, Rumah Lukas Enembe Masih Dijaga Ketat Massa

Chanry Andrew Suripatty ยท Kamis, 22 September 2022 - 18:33:00 WIT
Surat Panggilan Kedua Dilayangkan KPK, Rumah Lukas Enembe Masih Dijaga Ketat Massa
Sejumlah massa masih menjaga ketat kediaman pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe pasca-KPK melayangkan surat pemanggilan kedua. (Foto: Tangkapan Layar/Ist)

JAYAPURA, iNews.id - Ratusan massa masih menjaga secara ketat kediaman pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (22/9/2022). Massa bersiaga membawa senjata tradisional untuk menjaga Lukas Enembe pascaditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Diketahui, KPK telah melayangkan surat pemanggilan kedua terhadap Lukas Enembe hari ini. Pemeriksaan direncanakan bakal dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Senin (26/9/2022).

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Victor Dean Mackbon pun mengimbau masyarakat yang menjaga kediaman pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, kembali ke rumah masing-masing. Kerumunan massa dikhawatirkan akan mengganggu ketertiban masyarakat dan kesehatan Lukas Enembe.

"Kami mengimbau kepada massa di sana untuk bisa kembali ke tempat masing-masing. Jangan menjadikan situasi yang nanti menciptakan kekhawatiran masyarakat sekitar," kata Victor Dean Mackbon, Kamis (22/9/2022).

Dia menambahkan, pihaknya telah menyiagakan ribuan personel untuk mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan. Pihaknya juga menggelar patroli rutin di Kota Jayapura.

Pascaaksi demonstrasi massa pendukung Lukas Enembe pada Selasa (20/9/2022), situasi di Kota Jayapura aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat sudah kembali berjalan normal.

Sementara itu, situasi terkini di Gedung Negara Jayapura atau rumah dinas Gubernur Papua tampak sepi. Tak terlihat adanya aktivitas pada bangunan tersebut.

Namun, sejumlah anggota Brimob Polda Papua terlihat berjaga-jaga di depan bangunan.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 5 September 2022 lalu, ribuan masyarakat pendukung Lukas Enembe secara spontan menjaga kediamanan pribadinya di Koya Tengah.

Lukas Enembe selama ini lebih memilih tinggal di kediaman pribadinya di daerah Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. 

Sebelumnya, ratusan massa menggelar aksi demonstrasi Save Lukas Enembe pada Selasa (20/9/2022). Mereka memprotes langkah KPK yang menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan gratifikasi senilai Rp1 Miliar.

Massa juga mengeklaim langkah KPK menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka merupakan bentuk kriminalisasi terhadap pemimpin besar Papua.

Aksi demonstrasi yang dilakukan Koalisi Rakyat Papua (KRP) rencananya akan kembali digelar dengan menurunkan massa lebih banyak pada Rabu (28/9/2022) pekan depan hingga KPK memberhentikan perkara yang menjerat Lukas Enembe.

Editor : Rizky Agustian

Follow Berita iNewsPapua di Google News

Bagikan Artikel: