Teriak saat Pergoki 2 Perampok Kios, Warga Jayawijaya Ditusuk Berkali-Kali

Antara ยท Selasa, 12 Januari 2021 - 16:58:00 WIT
Teriak saat Pergoki 2 Perampok Kios, Warga Jayawijaya Ditusuk Berkali-Kali
Korban penusukan perampok dibawa ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan. (Foto: Humas Polres Jayawijaya)

WAMENA, iNews.id - Warga Jayawijaya, Provinsi Papua, menjadi korban penusukan berkali-kali karena berteriak setelah memergoki dua perampok beraksi di Pasar Jibama. Beruntung korban selamat dan saat ini masih dirawat di RSUD Wamena karena luka tusuk di lengan kiri, bagian kaki dan luka sayat di ulu hati.

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen mengatakan, petugas telah menahan satu pelaku penikaman berinisial JE (24). Satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas Polsek Wamena Kota.

"Satu pelaku sudah diamankan di Polsek Wamena Kota, sedangkan untuk korban sudah dirawat di RSUD Wamena. Jumlah pelaku ada dua orang dan satu orang lagi saat ini dalam pengejaran," kata AKBP Dominggus Rumaropen di Wamena, Selasa (12/1/2021).

Dia mengatakan, aksi perampokan itu terjadi pada 12 Januari sekitar pukul 03.23 WIT. Kronologi penikaman berawal saat kedua pelaku merampok kios yang tidak jauh dari tempat tinggal milik korban.

Korban yang mendengar suara berisik dari dalam kios langsung berteriak dan mencoba menahan pelaku. Namun, pelaku langsung menikam korban dengan senjata tajam.

Seorang saksi yang akhirnya mengetahui aksi perampok tersebut langsung membangunkan warga lainnya dengan cara memukul tiang listrik. Warga kemudian warga mendatangi korban Aswar yang sudah dalam keadaan telentang di tanah. 

"Warga kemudian mengamankan satu pelaku dengan cara mengikat dengan tali agar tidak melarikan diri," katanya.

Penikaman yang terjadi di Pasar Jibama itu mengakibatkan korban Aswar luka-luka dan harus menjalani perawatan medis di RSUD Wamena. Sementara pelaku masih menjalani proses hukum atas perbuatannya.

Kapolres mengimbau masyarakat bersama-sama mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jayawijaya tetap kondusif. Warga bisa melakukannya dengan tidak mudah terprovokasi dan tidak membawa senjata tajam berkeliaran.

"Termasuk tidak menjual maupun mengonsumsi minuman keras karena kami akan melakukan tindakan tegas," katanya.

Editor : Maria Christina