Usul Muktamar NU Digelar 2022, PWNU Papua: Pertimbangkan Aspek Kesehatan dan Kemanusiaan

Kastolani ยท Kamis, 23 September 2021 - 18:22:00 WIT
Usul Muktamar NU Digelar 2022, PWNU Papua: Pertimbangkan Aspek Kesehatan dan Kemanusiaan
PWNU Papua mengusulkan agar Muktamar NU digelar 2020 dengan pertimbangan masih pandemi Covid-19. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua mengusulkan agar Muktamar ke-34 NU digelar pada 2022 dengan alasan aspek kesehatan dan kemanusiaan. Sebab, hingga saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung dan pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Usulan PWNU Papua itu berbeda dengan PWNU lainnya yang mendesak agar Muktamar NU tetap digelar paling lambat akhir tahun ini.

“Saat ini pandemi Covid-19 belum sepenuhnya terkendali. Bahkan penyebaran virus di sejumlah daerah masih terjadi. Pemerintah pun kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan variasi level 2, 3, dan 4 di sejumlah wilayah Jawa-Bali dan provinsi yang lain,” kata Ketua PWNU Papua, H Toni Wanggai dalam keterangan tertulisnya kepada media.

Mengutip pernyataan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa Covid-19 masih terus bermutasi dengan berbagai varian yang berbahaya seperti Alfa dan Delta. Virus SARS-CoV-2 itu kini juga bermutasi menjadi varian MU yang berpotensi menjadi dominan dan perlu diantisipasi. 

Toni juga sepakat dengan pernyataan Pakar Epideimiologi UI dr Syahrizal Syarif yang memprediksi akan ada gelombang ketiga Covid-19 pada Desember 2021. Sebab lonjakan kasus di Indonesia telah terlihat pada kisaran tiga hingga lima bulan sekali. 

“Kenaikan kasus tertinggi di Indonesia terjadi pada Desember 2020, April dan Agustus 2021, sehingga pada Desember 2021 ini pandemi Covid-19 sangat berisiko dan dapat melonjak kembali jika masyarakat tidak menjaga protokol kesehatan, seperti yang kita alami sebelumnya,” ujar Toni. 

Selain aspek kesehatan yang menjadi pertimbangan, Toni juga menyoroti soal aspek kemanusiaan. Sebab, banyak dari pengurus NU yang terpapar Covid-19 dan meninggal dunia.  

“Banyak pengurus PBNU, PWNU, PCNU dan keluarga yang terpapar bahkan meninggal. Hal ini berdampak pada kesiapan PBNU dan panitia menyiapkan penyelenggaran Muktamar ke-34 NU dalam waktu singkat di tahun 2021,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: