Aksi demo mahasiswa yang berakhir ricuh di kawasan Universitas Cenderawasih, Abepura, Jayapura. (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)
Antara

JAYAPURA, iNews.id - Polisi mengamankan tujuh orang pendemo saat unjuk rasa di kawasan Universitas Cenderawasih Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (16/11/2022). Mereka yang ditangkap diduga menjadi provokator dalam demo yang berakhir ricuh tersebut.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Victor Mackbon mengatakan selain provokator, salah seorang yang diamankan merupakan koordinator aksi demo dan saat ini masih diperiksa penyidik di Polsek Abepura.

"Belum bisa dipastikan apakah ketujuh orang yang diamankan itu semua mahasiswa atau bukan, karena masih diperiksa," ujar Mackbon, Rabu (16/11/2022).

Dia menjelaskan, aksi demo ini dilaksanakan di tiga titik yakni Kampus Uncen lama, depan Fakultas Kedokteran dan Kampus Uncen.

Awalnya aksi demo ini berlangsung normal, namun massa yang berada di kampus Uncen lama terprovokasi dan berupaya melawan serta menerobos petugas. Massa yang terprovokasi menerobos garis barikade petugas untuk melakukan longmarch yang sejak awal dilarang.

Aparat gabungan mengambil langkah tegas dengan mendorong mundur massa yang terprovokasi sehingga terjadi aksi pelemparan terhadap petugas. Bahkan ada tiga anggota Polresta Jayapura Kota yang terluka akibat aksi pelemparan batu yang dilakukan massa tersebut.

"Mereka yang diamankan itu melawan petugas serta merupakan provokator," jata mantan Wadirkrimsus Polda Papua tersebut.

Dia mengaku, anggotanya terluka terpaksa harus menjalani perawatan. Bahkan seorang di antaranya menjalani operasi di RS Bhayangkara, Kotaraja.

"Kami tidak memberi izin bila mereka melakukan longmarch karena akan menganggu kamtibmas, namun tetap memberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya. Unjuk rasa ini dinodai kelompok mereka sendiri," ucapnya.

Ketika ditanya tentang kamtibmas di Kota Jayapura, Mackbon mengaku situasi aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat berlangsung normal.

"Aktivitas masyarakat tetao berlangsung normal," kata Mackbon.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT