Menurutnya, intelijen mendeteksi adanya indikasi aktivitas kelompok yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan kelancaran acara di Yahukimo. Dia menekankan, komitmen pemerintah pusat untuk membangun wilayah tersebut tetap utuh, dan kunjungan akan dijadwalkan kembali setelah kondisi dinyatakan aman.
Dalam keterangan pers di Bandara Internasional Frans Kaisiepo, Biak, Pangdam didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, serta Kapolda Papua Irjen Pol Petrus Patrige R. Renwarin.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait