Keluarga Korban Uji Coba Miras Oplosan Kembali Blokade Jalan di Kawasan Rufei Kota Sorong (Foto: iNews/Chanry)
Chanry Andrew Suripatty

SORONG, iNews.id - Sekelompok massa dari keluarga korban meninggal akibat uji coba miras oplosan, kembali memblokade sejumlah ruas jalan di Kompleks Rufei, Kota Sorong, Jumat (27/5/2022) pagi. Aksi ini sebagai bentuk protes karena tidak ada tanggung jawab dari juragan miras tersebut.

"Kami sudah berikan batas waktu untuk dia (HS) untuk bertanggung jawab atas kematian saudara-saudara kami, tapi sampai saat ini dia tidak ada jawaban," kata salah seorang kerabat korban di lokasi blokade jalan.

Aksi massa membakar ban bekas dan memblokade jalan raya di sekitar kawasan Rufei dengan kayu dan batu. Akibatnya, akses jalan raya sulit untuk dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat. 

Tak hanya itu, ada beberapa oknum dari kelompok massa yang melakukan tindakan anarkis dengan merusak sejumlah lapak dagangan pedagang bensin dan bakso. Satu gerobak bakso pun dirusak dan dibakar oleh oknum-oknum massa. 

Akibat aksi massa ini sejumlah sekolah yang berada di kawasan kompleks Rufei terpaksa memulangkan siswa mereka lebih awal. 

"Kami pulangkan siswa dulu karena kami khawatir dengan keadaan yang ada saat ini," kata seorang guru SD di dekat lokasi kejadian blokade jalan Rosita.

Dari pantauan iNews, aksi massa yang semula berada di dalam kawasan Kompleks Rufei ini  meluas hingga di jalan utama depan Pasar Boswesen. Massa membakar ban bekas dan memblokade jalan dengan kayu. 

Pihak kepolisian dari Polsek Sorong Barat yang tiba di lokasi blokade jalan pun tidak dipedulikan oleh massa. Walaupun pihak Kepolisian melalui Kapolsek Sorong Barat mencoba membangun komunikasi dan dialog dengan massa. Namun massa tetap tak bergeming. 

Pihak Kepolisian hingga saat ini masih terus melakukan upaya-upaya persuasif untuk meminta massa menghentikan aksi mereka yang telah mengganggu ketertiban umum.

Sementara itu direncanakan enam jenazah korban uji coba miras oplosan akan dimakamkan, Jumat (27/5/2022) siang ini.


Editor : Nani Suherni

BERITA TERKAIT