3. Stabilitas dan Ketanggapan Daerah
Mimika dinilai mampu merespons isu-isu keagamaan secara cepat, damai, dan tanpa menimbulkan konflik horizontal. Stabilitas daerah menjadi salah satu poin penilaian paling menentukan.
Dengan seluruh indikator tersebut, Mimika dinyatakan layak menjadi role model nasional, khususnya bagi daerah-daerah lain di Papua.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa capaian harmoni nasional ini bukan hanya prestasi, tetapi amanah besar yang harus dirawat bersama sebagai bangsa.
“Data menunjukkan bahwa kita berada pada tahun indeks harmoni tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Kita harus bersyukur, sekaligus bertanggung jawab untuk memelihara harmoni ini. Tidak mungkin terwujud kerukunan tanpa harmoni, dan harmoni tidak mungkin terwujud tanpa kesediaan kita untuk menerima perbedaan,” tutur Menag di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa toleransi bukanlah upaya menyeragamkan yang berbeda, atau memisahkan yang sama, melainkan kemampuan menjaga kemesraan dan persahabatan di tengah keberagaman.
Menag juga menekankan pentingnya proses pengindonesiaan ajaran agama, budaya lokal, serta pelokalan nilai keindonesiaan agar identitas keagamaan dan kebangsaan bisa berjalan beriringan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait