Sekda Papua Muhammad Ridwan Rumasukun saat menyerahkan santunan kepada Nursam Siati, istri almarhum Sugeng, korban penembakan kapal patroli PNG di rumah duka Kabupaten Merauke, Rabu (23/8/2022). (Foto : Antara)
Antara

JAYAPURA, iNews.id - Nahkoda Kapal Kelvin 02 Sugeng tewas ditembak tentara Papua Nugini di perairan PNG. Merespons kejadian tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyampaikan bela sungkawa yang mendalam dan menyerahkan santunan duka bagi keluarga almarhum.

"Kami berharap keluarga dapat bersabar dalam menghadapi permasalahan tersebut," ujar Sekretaris Daerah Papua Muhammad Ridwan Rumasukun, Kamis (25/8/2022).

Menurutnya, Pemprov Papua sedang berkoordinasi untuk mencari dua anak buah kapal (ABK) yang hilang di perairan PNG.

"Gubernur menyampaikan permohonan maaf tidak bisa hadir dan menugaskan kami bersama Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Papua Suzana Wanggai menyerahkan santunan," katanya.

Dia menjelaskan, semua masih dalam proses. Pemprov meminta keluarga korban untuk bersabar dan memang musibah yang dihadapi tidak bisa dikembalikan.

"Keluarga harus kuat karena ada anak-anak yang harus dinafkahi. Semoga ke depan anak-anak ini menjadi anak yang berguna bagi keluarga, juga bangsa dan negara," katanya.

Selain korban penembakan, pihaknya juga menyerahkan santunan bagi delapan ABK yang turut hadir di rumah duka.

Kasus penembakan ini terjadi pada Senin (22/8/2022). Saat itu, Sugeng yang merupakan nakhoda Kapal Calvin 02 sedang mencari ikan. Selain Sugeng ada delapan ABK di kapal tersebut.

Dari laporan awal, ada tiga kapal nelayan yang menangkap ikan di perairan Papua Nugini. Dua ditangkap aparat keamanan tentara PNG dan satu kapal melarikan diri. Saat melarikan diri itulah kapal tersebut ditembak hingga menewaskan Sugeng.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT