Penjabat Bupati Nduga Namia Gwijangge didampingi Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra saat memberikan keterangan pers. (Foto : Humas Polda Papua)
Donald Karouw

MIMIKA, iNews.id - Penjabat Bupati Nduga Namia Gwijangge berduka atas terjadinya pembantaian yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (16/7/2022). Peristiwa ini mengakibatkan 11 warga sipil menjadi korban, sembilan di antaranya meninggal dan dua luka berat.

Dari 11 korban, 8 Jenazah telah diterbangkan ke kampung halamannya. Kemudian 1 jenazah disemayamkan di rumah duka belakang SMUN 1 Timika.  

Bupati Nduga didampingi Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra pun mengantarkan ke-9 jenazah ke kampung halaman masing – masing. Kemudian mendatangi rumah duka korban penyerangan KKB dan yang mengunjungi yang menjalani perawatan di RSUD Timika, Minggu (17/07/22).

Bupati Nduga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban atas kejadian yang terjadi di wilayahnya.

“Saya atas nama pribadi dan seluruh Pemerintah Kabupaten Nduga menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga korban. Apa yang telah terjadi di luar dugaan kami semua, warga saya di Nduga akan mengalami hal seperti ini” ujarnya.

Tak hanya menemui keluarga yang berduka dan dua korban selamat, Bupati Nduga didampingi Kapolres Mimika juga menyerahkan bantuan sebagai wujud rasa perhatian dan belasungkawa atas peristiwa tersebut.

Diketahui, KKB pimpinan Egianus Kogoya melakukan teror penembakan brutal di Nogolaid, Nudga, Papua Sabtu (16/7/2022) pukul 09.45 WIT. Seluruh korban awalnya dievakuasi ke Puskesmas Kenyam.

Adapun identitas nama-nama korban meninggal yang dievakuasi yakni Yulius Watu (23), Habertus Goti (41), Daenk Maramli (41), Taufan Amir (41) Sirajudin (27), Johan (26), Alex (45), Yuda Hurusinga (42) dan Muhammad Ismaul (53). Sementara korban selamat Sudirman dalam kondisi kritis dan Has Jon (41).


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT