Helikopter pengangkut logistik ke lokasi penambangan emas ilegal di Kampung Wasirawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. (ANTARA/HANS ARNOLD KAPISA)
Antara

MANOKWARI, iNews.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Papua menetapkan 31 tersangka dalam kasus penambangan emas ilegal. Lokasi kegiatan tambang emas ilegal ini yakni di Kampung Wasirawi, Kecamatan Masni, Kabupaten Manokwari dan Pegunungan Arfak.

Dari pengungkapan kasus ini, Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) mendesak polisi juga mengejar jaringan pemodal besar di balik penambangan emas ilegal tersebut.

Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren menilai, penetapan 31 tersangka belum memberikan efek jera terhadap kegiatan ilegal di wilayah adat mereka.

"Sebagai lembaga representasi kultural di provinsi ini, kami prihatin karena upaya penegakan hukum terhadap pekerja penambang ilegal belum berefek jera terhadap kelompok pemodal yang kembali beraktivitas ilegal di lokasi sama," ujar Ahoren, Jumat (6/5/2022).

MRPB mendukung penuh upaya penegakan hukum yang dilakukan Polda Papua Barat, namun menurutnya jaringan pemodal besar dalam kegiatan tersebut belum tersentuh hukum.

"Kegiatan penambangan ilegal di Kampung Wasirawi kembali beroperasi setelah penangkapan puluhan orang pada 16 April lalu. Sementara jaringan pemodal besar belum terungkap," katanya.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Papua Barat Billy Wuisan mengaku sudah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus penambangan emas Ilegal di Sungai Wasirawi.

"SPDP kasus penambangan emas Ilegal oleh Polda Papua Barat sudah kami terima," ujar Billy.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT