Kedua, dalam tradisi orang Jawa kalau punya anak sakit-sakitan, sang anak akan diganti namanya supaya sembuh.
“Biasanya sih namanya Slamet. Tapi saya sekarang ganti Irian Jaya menjadi Papua," kata Gus Dur ketika itu.
Perubahan nama Irian jadi Papua menjadi salah satu cara Gus Dur mengembalikan harkat martabat masyarakat Papua sebagai sesama warga bangsa Indonesia. Selanjutnya, Gus Dur juga memperbolehkan pengibaran bendera Bintang Kejora sebagai identitas bendera kultural Papua.
Gus Dur juga membantu membiayai penyelenggaraan kongres rakyat Papua. Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari itu pun melarang pendekatan represif dan lebih mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat Papua.
Itulah sejarah perubahan nama Irian Jaya menjadi Papua. Sampai saat ini isu Papua selalu hangat baik di mata nasional maupun dunia internasional.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait