Dari 10 orang yang tercatat dalam daftar penumpang, beberapa di antaranya merupakan pejabat dan anggota legislatif. Mereka yakni Badarudin Heremba, anggota DPR Provinsi Papua Barat; Aroby Hindom, Pj. Seda Fakfak; Arif Rumagesan, Asisten I Fakfak; Wa Ode Sahara, anggota DPRK Fakfak; serta Kris Ubra, Kepala Bagian Umum Pemkab Fakfak.
Lima penumpang lainnya, yakni Kokter, Fiky Gredenggo yang tercatat sebagai staf bagian umum, Harun Serbunit selaku pengemudi speedboat, Anawiah IHA dan M. Ali Heremba dari Tampa Garam, Kota Sorong.
Operasi pencarian menghadapi kondisi cuaca berkabut asap dengan jarak pandang sekitar lima kilometer. Angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan 18–24 knot, sedangkan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,5–2 meter.
"KPP Sorong mencatat cuaca berkabut asap berdasarkan informasi BMKG, dengan jarak pandang sekitar lima kilometer," ungkap Hidayat.
Tim SAR mengerahkan personel beserta peralatan komunikasi dan evakuasi untuk mendukung pencarian. Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai keberadaan dan kondisi 10 orang tersebut. Penyebab tenggelamnya speedboat juga masih belum diketahui.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait