Diketahui, situasi mencekam di Maybrat ini tidak lepas dari peristiwa kekerasan sebelumnya. Pada 29 September 2022, kelompok OPM dilaporkan menyerang pekerja proyek jalan di Moskona Utara, Teluk Bintuni.
Serangan tersebut menewaskan empat pekerja proyek dan meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat.
“Kerusuhan tahun 2022 di Moskona Utara, OPM ada bunuh karyawan pekerja jalan,” ucapnya.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu alasan warga memilih bertahan di hutan dalam waktu lama, bahkan setelah konflik mereda.
Evakuasi yang dilakukan aparat menjadi bukti kehadiran negara dalam menjamin keselamatan masyarakat di wilayah rawan konflik. Namun, praktik pemalakan dan ancaman keamanan yang masih terjadi menunjukkan perlunya langkah berkelanjutan agar warga dapat kembali hidup normal tanpa rasa takut.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait