get app
inews
Aa Text
Read Next : Prabowo Rehabilitasi 2 Guru Luwu Utara yang Dipecat gegara Galang Iuran untuk Gaji Honorer

7 Tokoh yang Melegenda di Kopassus, Nomor 5 Ahli Intelijen Penuh Misteri

Senin, 31 Oktober 2022 - 14:30:00 WIT
7 Tokoh yang Melegenda di Kopassus, Nomor 5 Ahli Intelijen Penuh Misteri
Jenderal LB Moerdani atau Benny Moerdani, salah satu tokoh legenda Kopassus dan tokoh militer Indonesia paling berpengaruh pada era Orde Baru. (Foto :Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kopassus atau Komando Pasukan Khusus merupakan komando utama tempur yang dimiliki TNI Angkatan Darat. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian dan antiteror.

Prajurit Kopassus juga dikenal dengan sebutan pasukan baret merah. Pasukan elite yang disegani dunia ini punya moto 'Berani, Benar, Berhasil'.

Sejak terbentuk, Kopassus telah melahirkan sejumlah tokoh yang melegenda. Nama-nama jenderal TNI ini tak bisa dilepaskan dari Kopassus.

Berikut 7 tokoh melegenda di Korps Baret Merah Kopassus :

1. Sarwo Edhie Wibowo

Komandan RPKAD Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. (Foto: Ist).
Komandan RPKAD Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. (Foto: Ist).

Letnan Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (25 Juli 1925-9 November 1989) merupakan tokoh militer Indonesia. Dia ayah mertua dari Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam karier di militer, Sarwo Edhie sempat menjabat sebagai Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang kini menjadi Kopassus.

Saat peristiwa pengkhianatan G30S/PKI, Sarwo Edhie dan pasukannya berhasil mengangkat jenazah para jenderal dan perwira TNI AD di Lubang Buaya. Dia juga ikut membasmi PKI di daerah Jawa Tengah.

2. Slamet Riyadi

Ignatius Slamet Rijadi atau lebih dikenal Slamet Riyadi menjadi perwira TNI yang pertama kali mencetuskan ide dibentuknya Kopassus. Namun, pemikiran tersebut baru bisa diimplementasikan dan direalisasikan Alex Kawilarang.

Pada usia yang masih sangat muda 23 tahun, Slamet memimpin pasukan yang ditugaskan untuk membasmi pemberontakan RMS di wilayah Timur Indonesia. Slamet Riyadi gugur tertembak pada 4 November 1950 di Ambon saat pertempuran RMS.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut