Akses Jalan Putus, Kodim Sarmi di Papua Respons Cepat Bangun Jembatan Darurat

Irfan Ma'ruf ยท Sabtu, 22 Juni 2019 - 00:19 WIB
Akses Jalan Putus, Kodim Sarmi di Papua Respons Cepat Bangun Jembatan Darurat
Anggota Kodim Sarmi dibantu warga membangun jembatan darurat dari batang kayu untuk menghubungkan Kampung Narum dan Bebon. (Foto: Dispenad)

JAKARTA, iNews.id – Kepedulian untuk membantu kesulitan masyarakat ditunjukkan personel Kodim 1712/Sarmi, Papua, atas putusnya akses jalan karena banjir. Mereka bergotong-royong membangun jembatan darurat yang menghubungkan dua kampung yaitu Narum dan Kampung Bebon.

Dandim 1712/Sarmi Letkol Inf Lambert Jerry Mailoa mengatakan, curah hujan yang tinggi menimbulak kerusakan pada jembatan yang menghubungkan Kabupaten Sarmi-Jayapura, tepatnya di Kampung Narum SP 1 dan Kampung Bebon Jaya SP 2 Distrik Bonggo. Jembatan tersebut hanyut terbawa arus saat terjadi banjir.

“Kejadian ini mengakibatkan akses transportasi terhambat dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat maupun pejalan kaki," ujarnya di Sarmi, Papua, Jumat (21/6/2019).

BACA JUGA: Gempa di Sarmi Papua, Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

Jerry mengungkapkan, begitu mendapat informasi adanya jembatan putus, dirinya langsung turun langsung ke lapangan dan memerintahkan Danramil 06/Bonggo Kapten Inf Ratno mengambil langkah cepat mengerahkan personel membuat jembatan penyeberangan darurat bersama-sama masyarakat.

"Upaya ini mendapat respons positif masyarakat kampung yang turut serta membantu anggota Koramil di lapangan. Pembangunan jembatan darurat ini memanfaatkan batang kayu besar agar masyarakat pejalan tidak terganggu aktivitasnya dengan kejadian ini,” katanya.

Menurutnya, jembatan darurat sifatnya hanya sementara. Dibuat agar pejalan kaki dapat melintas serta menunjang aktivitas keseharian masyarakat. Di mana sebelumnya, jembatan yang hanyut terbuat dari kayu dan menjadi satu-satunya akses jalan protokol Jayapura-Sarmi.

Danramil Bonggo Kapten Inf Ratno menambahkan, musibah ini merupakan bagian dari tugas satuan kewilayahan yang harus tanggap melihat perkembangan situasi di daerah binaan. Sekaligus menjawab persoalan serta keluhan masyarakat.

“Semoga pembangunan jembatan ini dapat diselesaikan secepatnya sehingga transportasi Sarmi-Jayapura dapat berjalan lancar dan normal kembali,” ucapnya.

Sementara Kepala Kampung SP 1 Narum Dimas Sakuray (47) mengucapkan terima kasih kepada prajurit Kodim Sarmi yang telah terjun ke lokasi jembatan putus dan berinisiatif membuat jembatan darurat.

"Puji Tuhan dan terima kasih atas kepedulian bapak TNI membantu warga di sini membuat jembatan. Kami masyarakat memang sangat membutuhkan keberadaan jembatan darurat ini," tuturnya. (Dispenad)


Editor : Donald Karouw