Bak Adegan Film, Jenderal Kopassus Pernah Duel Maut dengan Pemberontak di Hutan Kalimantan

Sucipto ยท Rabu, 12 Januari 2022 - 14:02:00 WIT
Bak Adegan Film, Jenderal Kopassus Pernah Duel Maut dengan Pemberontak di Hutan Kalimantan
Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono mengunggah foto lama ayahnya, AM Hendropriyono bersama Prabowo Subianto pada 1983. (Foto: IG Diaz Hendropriyono).

JAYAPURA, iNews.id – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono pernah harus merayap sejauh 4,5 kilometer di belantara hutan Kalimantan Utara. Hal itu dilakukan Hendropriyono demi menangkap pimpinan pasukan Barisan Rakyat (Bara) Sukirjan alias Siauw Ah San.

Saat itu pada tahun 1973, pemerintah tengah menggelar Operasi pembersihan Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS)/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku).

Dinukil dari buku “Operasi Sandi Yudha”, eks Jenderal Kopassus ini berhasil menjangkau persembunyian pimpinan pemberontak tersebut. Dia pun harus berduel maut dengan Siauw Ah San yang menolak untuk ditangkap.

Dalam penyerbuan itu, salah satu rekannya yakni Abdullah alias Pelda Ahmad Kongsenlani terkena bayonet Siauw Ah San dan perutnya mengalami robek. Hendropriyono pun sigap melemparkan pisau komando ke tubuh Siauw Ah San.

Sayangnya, pisau komando yang dilempar itu tidak menancap telak dan hanya memberikan luka ringan di dada kanan. Hendropriyono saat itu dalam posisi tanpa senjata di tangan dan harus merebut bayonet dari Siauw Ah San. 

“Sedangkan pistol masih terselip di belakang bawah punggung,” kenang Hendropriyono.

Jika meraih pistol, Hendropriyono khawatir keduluan oleh tikaman Siaw Ah San. Dia pun mundur untuk mengambil ancang-ancang, dan menendang dada Siaw Ah San.

Siauw Ah San masih sempat membalas menghujamkan bayonet ke paha kirinya. Hendropriyono mengaku dagingnya hingga tersembul keluar dan darah mengalir dari paha kaki kiri.

“Ngilu rasanya baja dingin itu menembus daging dan menusuk tulang paha saya,” ujar lulusan Akademi Militer 1967 ini.

Dalam pergumulan itu, Hendropriyono akhirnya berhasil mencabut pistol. Dia pun menembakannya ke tubuh Siauw Ah San.

Dia menembak Siauw Ah San dengan dua kali tarikan picu. Hanya satu peluru yang melesat menembus perut, karena tarikan yang satu lagi macet. 

“Siauw Ah San pun terhuyung-huyung,” kata ayahanda Diaz Hendropriyono ini.

Setelah Siauw Ah San berhasil dijatuhkan, rekan-rekan Hendropriyono maju mendekat. Bersama Kongsenlani, Hendropriyono yang terluka parah kemudian digotong oleh yang lain.

Editor : Reza Fajri

Bagikan Artikel: