Banjir Bandang di Mimika Hanyutkan Rumah dan Ternak, Warga Butuh Pangan dan Pakaian

Antara ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 08:46 WIB
Banjir Bandang di Mimika Hanyutkan Rumah dan Ternak, Warga Butuh Pangan dan Pakaian
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Kepala Distrik Iwaka Wens Mitoro meninjau lokasi banjir bandang di Jalan Trans Nabire, Distrik Iwaka, Senin (27/7/2020). (Foto: Antara)

TIMIKA, iNews.id – Sejumlah rumah dan ternak warga Kampung Mimika Gunung hanyut disapu banjir bandang yang melanda kawasan Jalan Trans Nabire, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (25/7/2020) hingga Minggu (26/7/2020). Korban banjir kini membutuhkan bantuan berupa bahan makanan dan pakaian layak pakai.

“Kami butuh bantuan pangan dan pakaian layak pakai karena banyak rumah warga sudah rusak, sebagian terbawa banjir. Ternak peliharaan juga tidak bisa diselamatkan," kata salah satu warga Kampung Mimika Gunung, Yohanes, Senin (27/7/2020).

Sementara, Komandan Baznas Tanggap Bencana Mimika, Agung Arie menuturkan, pada Senin petang, jajarannya berhasil menyusuri tepi sungai untuk mencapai lokasi warga Mimika Gunung yang mengungsi di tempat lebih tinggi. Akses yang harus dilalui untuk menuju wilayah tersebut terbilang sulit.

“Kami terpaksa membuat jalan darurat mengikuti pinggir alur sungai dan kami baru sampai di titik penjemputan warga," kata Agung.

Untuk bisa menjangkau lokasi pengungsian warga, tim Baznas Mimika harus berjalan menyusuri tepi sungai berlumpur dan berarus deras sejauh sekitar 6 kilometer. Kondisi itu terjadi lantaran ruas jalan Trans Nabire sebelum memasuki kawasan perusahaan perkebunan kepala sawit PT PAL hilang tersapu banjir bandang.

“Jalanan berkonstruksi beton tailing itu kini berubah fungsi menjadi alur sungai baru,” katanya.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Kepala Distrik Iwaka, Wens Mitoro meninjau warga terdampak banjir bandang di kawasan Jalan Trans Nabire, tepatnya di Kilometer 12, Senin siang. John mengatakan, ketiadaan anggaran penanganan bencana di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika bukan alasan untuk tidak membantu warga.

Dia juga belum mengetahui apakah Kepala BPBD sudah turun ke lapangan atau belum.

“Tidak ada alasan dana tidak ada. Kalau kerusakan jalan itu tanggung jawab Satker PU, tapi soal masyarakat itu tanggung jawab Pemda Mimika," kata John.

Mantan Kepala Dishubkominfo Mimika itu menilai, bencana banjir bandang yang melanda kawasan Jalan Trans Nabire itu sebetulnya sudah bisa diprediksi. Hal ini lantaran aktivitas penebangan kayu di hulu sungai masih terus terjadi.

Akibat penebangan kayu, hutan menjadi gundul. Volume air meningkat saat musim hujan, hingga menggenangi kawasan perkampungan sekitar PT PAL hingga Kampung Iwaka, Myoko dan kampung-kampung di wilayah pesisir Mimika lainnya seperti Aikawapuka.

"Saya tidak tahu kondisi di Myoko, Iwaka, dan Aikawapuka. Di Iwaka informasinya air naik sampai dada orang dewasa. Di Kampung Aikawapuka, berdasarkan laporan kepala distrik, kondisi air sungai kini sudah surut," kata John.

Akibat banjir bandang di kawasan Jalan Trans Nabire itu, ratusan kepala keluarga yang bermukim di PT PAL 2, PT PAL 1 hingga kini terisolasi dan kekurangan bahan makanan. John meminta warga agar tidak menebang hutan untuk diambil kayu-kayunya lalu dijual ke pengusaha kayu di Kota Timika.


Editor : Umaya Khusniah