Begini Kemampuan Senapan Serbu SS2-V1, Senjata yang Dibawa Prada Yotam

Andi Mohammad Ikhbal ยท Selasa, 21 Desember 2021 - 13:35:00 WIT
Begini Kemampuan Senapan Serbu SS2-V1, Senjata yang Dibawa Prada Yotam
Prajurit TNI berlatih menggunakan senjata SS2 buatan PT Pindad. (Foto: Antara).

JAYAPURA, iNews.id - Senapan serbu SS2-V1 memiliki keandalan yang diakui dunia. Senjata buatan PT Pindad ini bahkan memiliki amunisi standar NATO.

Oknum prajurit TNI atas nama Prada Yotam Bugiangge melarikan diri dari tugas atau Kelana Yudha dengan membawa senjata tersebut. Namun senapan serbu itu tak memiliki amunisi.

"Prada Yotam kabur membawa senpi tanpa membawa amunisi," kata Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Aqsha Erlangga, di Kota Jayapura, Papua, Minggu (20/12/2021).

Berdasarkan situs resmi PT Pindad, sebagai produsen senapan serbu SS2-V1, disebutkan senapan mematikan ini memiliki peluru kaliber standar NATO, yakni 5.56 mm.

SS2-V1 merupakan varian pertama dari keluarga SS2 dengan panjang laras 460 mm. Senjata ini disebut sangat efektif mengenai target hingga sejauh 400 meter.

Salah satu fitur SS2 adalah charging handle yang akan tertarik ke belakang saat peluru telah habis, pengguna hanya perlu mengganti magazine, kemudian menekan tombol bolt-catch tanpa mengokang, dan senjata pun akan kembali siap untuk ditembakan.

Kekuatan senjata dan amunisi buatan PT Pindad bukanlah kaleng-kaleng. Untuk jenis SS1-V1 saja bisa menembus baja penahan pada rompi antipeluru dan helm standar tempur yang digunakan Korps Marinir Amerika Serikat.

Keunggulan senjata itu diposting di Instagram melalui akun @infokomando.official, dibuktikan saat Latihan Bersama Multilateral The Rim of Pacific (Ripmac) 2016 di Kaneohe, Hawaii, Amerika Serikat.

Prajurit Kelana Yudha ini bertugas di Kompi Senapan (Kipan) C Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. Motif oknum ini melarikan diri masih didalami Kodam XVII Cenderawasih.

Untuk motifnya belum diketahui, namun TNI akan memberikan sanksi tegas terhadap personelnya yang melarikan diri tersebut, apalagi membawa senjata api jenis senapan serbu.

Dalam kurun waktu empat bulan terakhir dilaporkan sudah ada tiga anggota TNI AD di Papua yang melarikan diri. Dua di antaranya bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: