Beredar Kabar Pembatasan Sosial Tahap 2 di Papua, Begini Penjelasan Wagub

Antara · Rabu, 22 Juli 2020 - 09:15 WIB
Beredar Kabar Pembatasan Sosial Tahap 2 di Papua, Begini Penjelasan Wagub
Barikade yang didirikan di sejumlah ruas jalan di Kota Jayapura guna memutus mata rantai penularan Covid-19, Senin (18/5/2020).  (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.id - Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, membantah isu adanya Pembatasan Sosial Diperluas Diperketat (PSDD) tahap dua. Namun pemerintah daerah (pemda) akan menutup sementara wilayah-wilayah dengan kasus Covid-19 tinggi.

Dia mengatakan, penutupan ini berlangsung selama 14 hari. Tujuannya agar masyarakat yang berdomisili di wilayah tersebut dapat ditangani secara maksimal, dan mereka bisa kembali beraktivitas normal lagi.

"Yang benar, kami akan menutup kelurahan-kelurahan dengan kasus positif Covid-19 tinggi," kata Wagub Klemen Tinal di Kota Jayapura, Papua, Rabu (22/7/2020).

Penutupan ini, kata dia, akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten dan kota masing-masing daerah masuk zona merah. Dengan begitu kebijakan tersebut dapat dijalankan secara efektif.

"Misal di Jayapura ini ada lima kelurahan dengan kasus tinggi. Nanti semuanya akan ditutup," ujar dia.

Menurutnya, saat ditutup itu warga tidak bisa beraktivitas keluar dan masuk sembarangan. Pemda nanti akan mencukupi kebutuhan warga selama 14 hari sampai kasus Covid-19 dapat ditekan.

"Beberapa wilayah pegunungan yang sudah ada kasus positif Covid-19 juga menjadi perhatian kami, agar kasusnya tidak bertambah lagi," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal