Bripka Christin Tewas Ditabrak, Kapolda Papua: Kami Kehilangan Anggota yang Sangat Baik

Chanry Andrew Suripatty ยท Rabu, 16 September 2020 - 22:46 WIT
Bripka Christin Tewas Ditabrak, Kapolda Papua: Kami Kehilangan Anggota yang Sangat Baik
Ucapan duka cita dari Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw atas meninggalnya Bripka Christin Meisye Batfeny (36), dalam kecelakaan maut, Rabu (16/9/2020). (Istimewa)

JAYAPURA, iNews.id - Kecelakaan maut yang menewaskan Polwan, Bripka Christin Meisye Batfeny (36), membuat Polda Papua merasa sangat kehilangan. Anggota Propam Polda Papua itu kehilangan nyawa setelah ditabrak Wakil Bupati (Wabup) Yalimo Erdi Dabi (31), yang berkendara dalam kondisi mabuk minuman keras (miras).

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, di matanya selaku pimpinan Polda Papua, sosok Bripka Christin seorang Polwan yang baik. Christin juga dikenal disiplin, tegas dan rajin menjalankan tugas.

“Saya sangat kehilangan anggota yang sangat baik. Kejadian ini sangat tak terduga. Polda Papua sangat kehilangan dirinya,’’ kata Kapolda Papua di Jayapura, Rabu (16/9/2020).

Paulus Waterpauw juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar Bripka Christin. Dia berharap keluarga diberikan kekuatan.

“Kita semua kehilangan orang yang baik. Kepada semua pihak yang turut merasakan duka cita dan bersimpati, saya juga mengucapkan terima kasih,’’ kata Paulus Waterpauw.

Kapolda juga menegaskan proses hukum penabrak anggota Polwan hingga meninggal dunia. Meskipun pelakunya pejabat negara, Wakil Bupati Yalimo Erdi Dabi (31), itu akan tetap diproses sesuai undang-undang yang berlaku.

Diketahui, kecelakaan maut yang terjadi pada Rabu (16/9/2020) pagi tadi menyebabkan Polwan Bripka Christin Meisye Batfeny meninggal dunia. Bripka Christin ditabrak oleh Wakil Bupati Yalimo, Erdi Dabi. Orang nomor dua di Kabupaten Yalimo itu mengendarai mobil Hilux dan dalam pengaruh miras.

Paulus Waterpauw telah memerintahkan Dirlantas Polda Papua untuk menyita barang bukti dan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Saya sudah perintahkan Dirlantas untuk memproses pelaku penabrak dan menyita barang bukti. Akibat yang ditimbulkan sangat fatal,’’ ujarnya.

Paulus Waterpauw menyesalkan dan prihatian terhadap perilaku pengendara mobil Hilux tersebut. Sebagai seorang oknum pejabat daerah, seharusnya tidak berperilaku mabuk-mabukan dan berkendara hingga terlibat kecelakaan yang memakan korban jiwa.

“Seorang pejabat harusnya memiliki kemampuan intelektual yang cukup, tetapi masih mabuk-mabukan dengan minuman keras. Perilaku ini sangat memprihatinkan dan mengecewakan. Dampak dari mabuk-mabuknya sangat fatal membuat orang lain kehilangan nyawa,” katanya.

Bripka Christin anggota Propam Polda Papua ditabrak Wakil Bupati Yalimo yang dalam kondisi mabuk akibat minuman keras di Ardipura. Lokasinya tepat di tikungan dekat bengkel Alfian Polimak I Distrik Jayapura Selatan, Rabu 16 September 2020, pukul 07.30 WIT.

Kejadian itu bermula ketika Erdi Dabi mengendarai mobil Toyota Hilux dengan kecepatan tinggi dari arah Jayapura tujuan Entrop. Setibanya di lokasi kejadian, mobil hilang kendali dan keluar jalur kanan sehingga menabrak Bripka Christin yang datang dari arah berlawanan dengan sepeda motor Yamaha N-Max.

“Akibat kecelakaan itu, Bripka Christin mengalami benturan keras pada bagian leher belakang, lutut kaki kanan robek dan patah yang mengakibatkan korban meninggal dunia,’’ ujar Kapolresta Jayapura, AKBP Gustav Urbinas.

Hasil olah TKP, kecelakaan terjadi akibat kurang hati-hatinya pengendara mobil Hilux saat mengendarai kendaraan yang diduga dalam pengaruh miras.

“Kesimpulan sementara kecelakaan terjadi karena pelaku dipengaruhi minuman keras sebab dalam mobil ditemukan beberapa kaleng minuman. Akibatnya mobil keluar jalur sehingga tabrakan terjadi. Pelaku juga tak memiliki SIM dan STNK,” ujarnya.

Sementara KTP pelaku disebutkan pekerjaan pelaku wakil bupati. Saat ini, kasus kecelakaan dalam penanganan unit lalu lintas Polresta Jayapura Kota dan pelaku dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut penyidik satuan lalu lintas.


Editor : Maria Christina