Buntut Pengumuman CPNS, Kantor KPU Mamberamo Raya Rusak Dilempari Batu dan Kelapa

Antara ยท Jumat, 28 Agustus 2020 - 22:16:00 WIT
Buntut Pengumuman CPNS, Kantor KPU Mamberamo Raya Rusak Dilempari Batu dan Kelapa
Kelapa dan batu yang digunakan untuk melempar Kantor KPU Mamberamo Raya oleh massa yang kecewa dengan hasil pengumuman tes CPNS formasi 2018 (Foto: KPU Mamberamo Raya)

JAYAPURA, iNews.id - Kekecewaan sejumlah oknum warga Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua, atas pengumuman tes CPNS formasi 2018 di daerah itu, berbuntut pada perusakan sejumlah fasilitas pemerintah. Selain Kantor Badan Kepegawaian, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten setempat juga ikut dirusak.

"Staf di Kasonaweja melaporkan kantor KPU kami di Mamberamo Raya dirusak oknum warga atau massa saat aksi protes pengumuman hasil tes CPNS," kata Komisioner KPU Provinsi Papua Adam Arisoy di Kota Jayapura, Jumat malam (28/8/2020).

Adam mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, Kantor KPU Mamberamo Raya selain dilempar dengan benda seperti batu. Ada juga massa yang melempar dengan menggunakan buah kelapa sehingga sejumlah jendela kaca rusak.

"Massa ini kan berkumpul di Kasonaweja. Mereka berjalan berputar ke arah kantor KPU yang ada di Kasonaweja, kemudian ke arah pelabuhan untuk menyeberang ke Burmeso. Tapi, di antara mereka ada yang melempar kantor KPU," katanya.

Adam yang didampingi Pelaksana Tugas Sekretariat KPU Mamberamo Raya Mikha Sraun mengaku kecewa pada massa. Aksi demo tersebut memprotes pengumuman CPNS tidak terkait dengan keberadaan kantor KPU. Dia meminta aparat keamanan untuk menyelidiki kasus ini dan menangkap para pelakunya.

"Ini hal yang kurang baik jelang pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati pada 4-6 September 2020. Karena kami juga dapat laporan bahwa yang aksi massa itu menyebutkan agar salah satu calon bupati tidak diproses berkasnya. Ini yang menurut kami aneh," kata Adam.

Sementara Mikha Sraun menambahkan, saat peristiwa itu terjadi, ada tiga staf yang sedang berada di dalam Kantor KPU Mamberamo Raya. Staf melihat ada juga oknum massa yang masuk dalam kantor dan menjarah barang milik staf KPU.

"Barang yang dijarah di antaranya dompet berisi uang dan tas. Lalu ada ancaman yang dilontarkan agar tidak terima berkas salah seorang calon bupati," katanya.

Karena dilempar dan mendapat ancaman, tiga orang staf yang berada di kantor langsung melarikan diri ke arah rumah warga atau keluarga terdekat guna mencari perlindungan.

"Beruntung mereka bisa melarikan diri, meski ada lecet atau mungkin luka gores akibat menyelamatkan diri. Mereka dilaporkan dalam keadaan selamat. Terkait hal ini, saya langsung hubungi ke aparat keamanan di Mamberamo Raya untuk melihat atau mengamankan staf kami," kata Mikha.

Terkait aksi perusakan dan penjarahan serta pengancaman yang diterima oleh staf KPU di Mamberamo Raya, Adam Arisoy yang membidangi Divisi Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Papua menambahkan segera berkoordinasi dengan pimpinan untuk menyurati Polda Papua. Mereka berharap ada pengamanan untuk staf KPU dan saat pendaftaran bakal calon bupati/wakil bupati pada awal September 2020 di Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya.

"Kami lihat masalah ini cukup serius. Jadi, kami akan menyurati ke Polda Papua, tentunya setelah berkoordinasi dengan pimpinan dan komisioner KPU Papua agar tidak terulang kembali di daerah lain," katanya.


Editor : Maria Christina