Cerita Pasien Corona Pertama di Mimika yang Sembuh, Sempat Stres karena Dibahas di Medsos

Antara ยท Senin, 04 Mei 2020 - 13:13 WIT
Cerita Pasien Corona Pertama di Mimika yang Sembuh, Sempat Stres karena Dibahas di Medsos
Novalina S, pasien yang sembuh dari Covid-19 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. (Foto: Antara)

TIMIKA, iNews.id - Pasien pertama Covid-19 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, dinyatakan sembuh setelah 15 hari menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika. Pasien bernama Novalina S, warga Kelurahan Kuala Kencana itu telah meninggalkan rumah sakit pada 2 Mei 2020.

Novalina pun menceritakan pengalamannya setelah dinyatakan positif corona pada 29 Maret lalu, bersama seorang pasien lain. Sebelumnya, dia sudah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.

Setelah mengetahui hasil pemeriksaan memastikan dia terinfeksi virus corona, dia menguatkan diri untuk menghadapinya. Novalina bertekad untuk segera sembuh agar bisa segera berkumpul dengan dua buah hati dan sang suami di rumah.

“Perasaan saya saat itu tetap bersemangat. Saya sudah mempersiapkan diri, apapun hasilnya saya harus siap menjalani itu dengan sebaik-baiknya,” kata Novalina dalam video yang direkam tim RSUD Mimika dan dipublikasikan Senin (4/5/2020).

Namun, setelah didiagnosis terserang Covid-19, kabar tentang Novalina bertebaran di media sosial. Warga ingin tahu dari mana dia tertular, siapa saja yang pernah dia temui, dan ke fasilitas kesehatan mana saja dia pernah memeriksakan diri.

Kabar mengenai Novalina menjadi bahan perbincangan di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika yang berpenduduk sekitar 250.000 jiwa. Kondisi itu mempengaruhi psikologis Novalina sehingga kesehatannya sempat menurun.

“Saat berita tentang saya bertebaran di medsos dan sampai ke telinga saya membuat saya drop. Semua itu merusak pikiran saya, semangat saya dan perasaan saya. Saya merasa bahwa masyarakat sepertinya tidak menerima saya,” kata Novalina.

Novalina sempat stres. Namun, dia kemudian berusaha membulatkan tekad untuk lekas sembuh. Dia lantas menutup semua akun media sosial supaya imunitasnya tidak menurun karena pikirannya tidak terganggu dengan pergunjingan di medsos.

“Saya tutup semua akun media sosial saya, saya tidak peduli dengan apapun omongan orang di luar sana,” ujar perempuan yang lahir di Kota Medan, Sumatera Utara tersebut.

Novalina mengaku mendapat perlakuan dan pelayanan sangat baik dari para petugas selama 15 hari menjalani perawatan di ruang isolasi untuk pasien Covid-19 di RSUD Mimika. Tim dokter, perawat, bahkan tenaga kebersihan setiap hari mendatangi ruangannya.

“Mereka merawat saya, mendoakan saya, bahkan memberi saya semangat untuk cepat sembuh. Hal itu membuat saya semakin optimistisakan sembuh. Terima kasih atas semua pelayanan, perhatian yang kalian semua keluarga besar RSUD Mimika berikan untuk saya,” katanya.

Diaberpesan kepada semua orang, khususnya warga Mimika, berusaha menghindari penularan virus corona. Segera isolasi diri selama minimal 14 hari setelah pulang dari daerah penularan serta menghindari kontak dengan orang dengan gejala corona.

Novalina juga menyarankan mereka yang mengalami gejala seperti flu, demam, batuk kering, dan sesak nafas segera memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Menurut data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mimika, sejak 29 Maret hingga 3 Mei 2020, jumlah pasien corona di Mimika secara kumulatif sebanyak 87 orang. Rinciannya, 71 masih menjalani perawatan, 13 di antaranya dinyatakan sudah sembuh, dan tiga orang meninggal dunia.

“Sebanyak 10 dari 13 pasien yang sudah dinyatakan sembuh sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Mimika,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mimika Reynold Ubra.

Dia mengatakan, peningkatan kasus positif Covid-19 di Mimika dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan upaya pencarian dan penemuan kasus baru terus berjalan. Penyebaran virus corona utamanya dipengaruhi oleh tingginya aktivitas atau pergerakan penduduk.

“Virus ini berpindah begitu cepat berkorelasi dengan pergerakan orang baik secara berkelompok ataupun sendiri-sendiri. Masyarakat Mimika harus bijaksana untuk tetap tinggal di rumah, tidak bepergian ke mana-mana, tidak berkerumun, menjaga jarak sosial dan jarak fisik, mencuci tangan memakai sabun, dan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan optimistis jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 di Mimika akan terus bertambah. Penularan virus corona bisa segera dikendalikan.

Dia mengatakan, berdasarkan laporan dari Tim Gugus Tugas, semua pasien yang dirawat dan diisolasi di rumah sakit dalam kondisi stabil. Bahkan, banyak yang sebetulnya kondisinya sehat meskipun dikonfirmasi positif saat pemeriksaan PCR.

“Kami yakin dalam minggu-minggu mendatang pasien yang sembuh akan bertambah banyak,” kata Johannes.


Editor : Maria Christina