Empat Warga Tembagapura Papua Meninggal Kelaparan saat Disandera KKB

Chanry Andrew Suripatty ยท Senin, 20 November 2017 - 21:47 WIB
Empat Warga Tembagapura Papua Meninggal Kelaparan saat Disandera KKB
Sebanyak 807 warga di tiga kampung di Tembagapura berhasil dievakuasi oleh Satgas Terpadu TNI dan Polri. (Foto: iNews.id/Chanry Andrew Suripatty)

PAPUA, iNews.id – Empat warga Distrik Tembagapura, Papua, dilaporkan meninggal saat disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Sementara sebanyak 807 warga lain berhasil dievakuasi Satuan Tugas (Satgas) Terpadu TNI dan Polri, Senin (20/11/2017) dari daerah yang selama ini dikuasai KKB.

Menurut koordinator warga, Kamaniel Waker, empat warga meninggal karena kelaparan. Pasalnya, bahan makanan di daerah tersebut habis selama KKB menyandera warga. Kondisi di tiga kampung di Distrik Tembagapura, yakni Kampung Banti, Utikini dan Kimbely, yang tidak kondusif sejak awal penyanderaan, membuat dia bersama ratusan warga lainnya terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka.

“Jumlah yang meninggal empat, anak kecil ada dua orang dan dewasa dua orang. Masyarakat meninggal karena lapar. Kami menyesalkan sikap Pemerintah Mimika dan DPRD yang sejak awal kejadian penyanderaan tidak cepat menangani warga,” papar Kamaniel Waker.

Satgas Terpadu TNI-Polri berhasil membebaskan warga dari tiga kampung di Distrik Tembagapura, yakni Kampung Banti, Utikini dan Kimbely, Senin (20/11/2017). Seluruh warga dievakuasi dengan 12 bus milik PT Freeport Indonesia dan tiba di Timika sekitar pukul lima sore tadi. Sebelumnya pada Jumat lalu, sebanyak 345 warga pendatang telah berhasil dievakuasi.

Seluruh warga yang rata-rata warga asli Papua ini langsung ditampung di Gedung Eme Neme Yauware Timika. Beberapa warga yang sakit langsung ditangani oleh tim medis di Timika yang telah disiapkan di penampungan warga.

Walau sempat terdengar beberapa kali bunyi tembakan yang diduga dilakukan oleh KKB, operasi pembebasan sandera ini berjalan lancar sejak pukul 11.00 WIT. Hingga kini, pasukan gabungan dari Satgas Terpadu TNI dan Polri telah menguasai tiga kampung di wilayah tersebut. Pasukan lain masih terus memburu para KKB yang sejak satu bulan belakangan menciptakan gejolak di daerah Banti, Kimbeli, dan Utikini.


Editor : Maria Christina