Jelang Idul Adha, Pemprov Papua Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban 2.346 Ekor Sapi

Antara ยท Senin, 27 Juli 2020 - 15:15 WIB
Jelang Idul Adha, Pemprov Papua Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban 2.346 Ekor Sapi
Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2020. Saat ini, sebanyak 2.346 ekor sapi dan 450 ekor kambing tersedia untuk pelaksanaan kurban di tengah pandemi Covid-19.

"Ketersediaan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha di Provinsi Papua setiap tahun tidak pernah ada masalah, selalu terpenuhi baik sapi maupun kambing," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua Semuel Siriwa di Jayapura, Senin (27/7/2020).

Semuel mengatakan, dari jumlah hewan kurban yang tersedia saat ini, memang ada penurunan sebesar 10 persen. Penurunan ini diduga karena pandemi Covid-19.

Stok hewan kurban didapatkan dari peternak di Provinsi Papua karena jumlah populasi sapi dan kambing secara umum mencukupi untuk kebutuhan pemotongan hewan kurban. Namun, Kabupaten Mimika masih mendatangkan dari luar Bumi Cenderawasih untuk kepentingan ekonomi.

"Sedangkan ketersediaan hewan kurban di Kepulauan Yapen dan Kota Jayapura serta Biak Numfor masih kurang jika dilihat dari perhitungan populasi," ujarnya.

Dia menjelaskan untuk Kota Jayapura dipenuhi dari kabupaten tetangga yang berdekatan, yakni Jayapura, Keerom dan Sarmi. Sementara kekurangan di Kabupaten Kepulauan Yapen dan Biak Numfor didatangkan dari Waropen.

Semuel mengatakan, pemotongan hewan kurban di tengah pandemi Covid-19 harus mengacu pada Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI Nomor: 0008/SE/PK.320/F/06/2020, tanggal 8 Juni 2020. Kemudian, Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: SE. 18 Tahun 2020 tanggal 30 Juni 2020.

Dalam surat edaran tersebut, pelaksanaan pemotongan dan pengawasan hewan kurban harus mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan seperti menjaga jarak, memakai masker, face shield, sarung tangan dan cuci tangan. Pemotongan dan penyebaran daging hewan kurban juga hanya bisa dilakukan oleh panitia.

"Pelaksanaan harus sesuai surat edaran itu agar dapat berjalan dengan baik dan terhindar dari penularan Covid-19," ujarnya.


Editor : Maria Christina