Kapolda Papua Minta Pendulang Emas Jauhi Kali Kabur karena Banyak KKB

Antara ยท Senin, 25 Mei 2020 - 06:27 WIB
Kapolda Papua Minta Pendulang Emas Jauhi Kali Kabur karena Banyak KKB
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. (Foto: dok iNews)

MIMIKA, iNews.id - Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw meminta para pendulang emas tradisional di Kabupaten Mimika agar yang tidak lagi mendulang butiran emas di kawasan Kali Kabur. Lokasi itu sangat rawan dengan masih bercokolnya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sering melakukan serangkaian penembakan dan tindak kekerasan lainnya

"Saudara-saudara yang nonkaryawan (NK), jangan coba-coba keluar sendiri-sendiri ke wilayah-wilayah dalam hutan itu. Sebab saudara yang tidak sepaham dengan kita yaitu KKB, masih ada di sekitar situ. Mohon dengan sangat, pendulang cukup sampai batas di Mile 32 saja. Lebih dari itu jangan lagi," kata Kapolda, Minggu (25/5/2020).

Kapolda meminta para pendulang emas tradisional yang sekarang ini masih melakukan aktivitas pendulangan di kawasan Kali Kabur agar secepatnya kembali ke Timika. Aparat gabungan TNI dan Polri, tetap akan melakukan penegakan hukum terhadap KKB.

"Masuk keluarnya kelompok ini sulit kita deteksi karena mereka punya jalur-jalur melintas sendiri. Mereka sangat menguasai medan, sedangkan kita punya keterbatasan personel. Jadi, upaya paling efektif untuk mencegah terjadi insiden di sana, yaitu membatasi aktivitas pendulang," kata Paulus.

Menurutnya, sejak beberapa waktu lalu KKB telah menyatakan area mulai dari Kuala Kencana hingga Tembagapura dan tambang terbuka Grassberg sebagai 'medan perang' dengan aparat TNI dan Polri. Pernyataan itu bahkan dilakukan dalam prosesi adat 'bakar batu'.

"Kita semua tahu kalau mereka sudah bakar batu dan makan bersama, itu berarti mereka sudah berkomitmen untuk mati dan hidup di situ. Jadi, masyarakat nonkaryawan harus tahu itu, jangan hanya pikir kehidupan saja, tapi pikir juga keselamatan diri," ujar Irjen Paulus yang pernah menjabat Kapolres Mimika periode 2003-2005.

Sebelumnya, seorang nonkaryawan yang diketahui bekerja sebagai pendulang tergeletak di Jalan Tambang Mile 61, area operasi PT Freeport Indonesia dengan tubuh luka tembak, Kamis (21/5/2020). Korban diketahui bernama Waroy dan langsung dilarikan ke ruang ICU RS Tembagapura menggunakan ambulans perusahaan dikawal Patroli Zona Delta. Korban dilaporkan mengalami luka tembak di bagian punggung, leher dan bagian bawah perut.

"Lukanya berat, tapi masih bisa ditangani," katanya.

Korban mengaku awalnya bersama rekannya dibawa oknum aparat keamanan menumpangi sebuah mobil dari Mile 50. Namun korban baru sadar ketika sudah dalam kondisi luka tembak dan tergeletak di jalan tambang Mile 61.

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata menduga pelaku penembakan didalangi KKB dari kelompok Kali Kopi.

"Kita bisa memastikan pelaku penembakan tersebut dilakukan KKB Kali Kopi. Kami masih selidiki terus siapa pelakunya, mudah-mudahan segera ditangkap dan diproses," ujar Adhinata.


Editor : Donald Karouw