Kapolda Paulus Waterpauw Janji Buka Peran 7 Terdakwa Kerusuhan di Papua

Chanry Andrew Suripatty · Senin, 15 Juni 2020 - 03:00:00 WIT
Kapolda Paulus Waterpauw Janji Buka Peran 7 Terdakwa Kerusuhan di Papua
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

JAYAPURA, iNews.id - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw berjanji akan mengungkapkan secara gamblang perbuatan serta peran ketujuh terdakwa rusuh Jayapura yang saat ini tengah menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Papua menanggapi ramainya pemberitaan disertai aksi hingga rencana petisi yang dibuat oleh beberapa tokoh maupun para aktivis termasuk mahasiswa terhadap tujuh terdakwa asal Papua tersebut.

“Senin, saya akan paparkan secara gamblang, unsur-unsur perbuatan mereka dan siapa mereka itu. Saya buka semua, biar melek,” kata Kapolda, Minggu (14/6/2020).

Dalam keterangan pers tersebut, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengibaratkan pasangan suami istri adalah sah karena ikatan hukum perkawinan, Tapi ketika suami melakukan kekerasan terhadap istri dan dilaporkan itu, maka itu menjadi ranah pidana. Artinya, persoalan yang didengungkan rasisme, yang menyentuh perasaan, ada perbuatan melawan hukum, dan itu sudah di tangani dan ditangkap.

“Hukum positif negara seperti itu. Barang siapa membuat perbuatan melanggar hukum, maka dia harus pertanggung jawabkan secara hukum. Kami proses itu, jadi siapa berbuat apa, dan bagaimana, itu harus dipertanggung jawabkan,” kata Waterpauw. 

Kapolda menuturkan, kasus tujuh terdakwa itu harus dilihat perannya. Secara garis besar, Waterpauw tegas mengatakan  ada peran sebagai tokoh yang dikategorikan sebagai pengendali untuk mendorong, mendukung kekerasan itu.

Waterpauw blak-blakan mengungkap kondisi saat kejadian 29 Agutus 2019, di mana bendera Merah Putih di Kantor Gubernur diturunkan dan digantikan dengan Bintang Kejora.

“Terus apa tindakan kepolisian? Siapa yang melakukan itu? Itu perbuatan apa? banyak sekali. Jadi, jangan menduga, seolah polisi melakukan langkah semaunya. Kita bicara hukum dan kami punya sarana untuk itu,” kata Waterpauw. 

Contoh lainnya, lanjut Waterpauw,   di depan pejabat mereka turunkan bendera Merah Putih. "Lantas, bagaimana anda melihat itu? pertanyakan dong..! Ini negara, kita punya hukum, punya bendera. Dan ingat kepolisian itu alat negara, penegak hokum," ucnya. 

Menurut Waterpauw, penegakan hukum yang dilakukan terhadap rangkaian kasus tersebut, semuanya transparan. Kepolisian sudah ekspos datanya, jumlah pelaku di Wamena, Timika dan Kota Jayapura. Pelaku ini telah disidangkan, dengan putusannya masing-masing, bahkan ada yang sudah bebas.

Waterpauw juga mengapresiasi para tokoh di Papua yang menerima masukan terkait tuntutan terhadap tujuh terdakwa itu. Dengan harapan, para tokoh juga melakukan klarifikasi dengan kepolisian, sehingga ada proposionalitas.

“Masa kita buat konflik terus. Jadi para tokoh-tokoh mari kita bicara, saya berharap Anda boleh menerima berbagai masukan, tapi klarfikasi juga kepada kami, hargai tugas kami,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki