Karyawan PT Freeport yang Meninggal karena Covid-19 Bertambah Jadi 3 Orang

Antara ยท Senin, 01 Juni 2020 - 10:47 WIT
Karyawan PT Freeport yang Meninggal karena Covid-19 Bertambah Jadi 3 Orang
Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua dr Silwanus Sumule. (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.id - Jumlah karyawan PT Freeport Indonesia yang meninggal dunia karena terinfeksi virus corona atau Covid-19 bertambah menjadi tiga orang. Karyawan perusahaan penambangan terbesar di Indonesia yang meninggal itu juga memiliki penyakit penyerta lainnya.

"Ada penambahan jumlah yang meninggal setelah hasil pemeriksaan laboratorium pasien yang meninggal Jumat kemarin dinyatakan positif. Pasien laki-laki berusia 45 tahun itu juga mengidap penyakit penyerta," kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua dr Silwanus Sumule di Jayapura, Minggu malam (31/5/2020).

Silwanus Sumule menjelaskan, dengan penambahan pasien positif yang meninggal di Rumah Sakit (RS) Tembagapura, maka saat ini tercatat lima orang meninggal akibat terjangkit virus corona di Kabupaten Mimika.

"Lima pasien Covid-19 yang meninggal di Kabupaten Mimika sebagian besar memiliki penyakit penyerta," ujar Silwanus Sumule.

Dia menambahkan, saat ini, jumlah pasien positif Covid-19 di kawasan itu tercatat 272 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 174 orang dirawat dan 93 orang dinyatakan sembuh. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 37 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.309 orang.

Dari tujuh distrik yang warganya terjangkit Covid-19, pasien terbanyak di Distrik Tembagapura sebanyak 137 orang. Kemudian, disusul Distrik Mimika Baru sebanyak 79 orang; Wania 42 orang; Kuala Kencana 10 orang; dan Distrik Kwamki Narama 1 orang.

Dia juga mengatakan, saat ini laboratorium yang beroperasi optimal memeriksa sampel swab atau PCR di Kabupaten Mimika hanya di Tembagapura. Sementara yang di Kuala Kencana belum beroperasi penuh akibat terbatasnya tenaga operasional.

"RSUD Mimika juga memiliki lab untuk memeriksa PCR, namun alatnya saat ini mengalami gangguan. Alatnya masih dalam perbaikan dibantu teknisi dari pabrik pembuat alat tersebut," kata Silwanus Sumule.


Editor : Maria Christina