Kenapa Papua Kaya Akan Tambang Emas ? Inilah Cerita dari Tanah Keajaiban
Sejarah mencatat, potensi sumber daya mineral dan energi di Papua telah dikenal luas masyarakat international sebelum perang dunia kedua.
Semua bermula saat seorang geologist bernama JJ Dozy melakukan ekspedisi ke Pegunungan Tengah Papua pada tahun 1936. Ekpedisi ini dalam upaya pencarian minyak bumi, menemukan sebuah bukit berbentuk seperti gigi setinggi 131 yang kaya akan unsur tembaga.
Kemudian sampel yang diambil dikirim ke Universitas Leiden di Belanda. JJ Dozy lalu menamakan bukit tersebut Erstberg yang artinya Gunung Bijih.
Pada tahun 1960, publikasi JJ Dozy tersebut dibaca Fobes Wilson dari Freeport Sulphur Co dan menindaklanjutinya dengan meninjau bukit tersebut.
Singkat cerita, berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, maka pada tanggal 7 April 1967 ditandatanganilah Perjanjian Kontrak Karya antara Pemerintah Indonesia dengan Freeport McMoran Inc. Freeport mempunyai hak ekslusif untuk mengelola daerah konsensi 10 x 10 Km2 atau seluas 100 km2 di sekitar Ertsberg. Sejak saat itulah pertambangan modern dimulai di Provinsi Papua.
Selama tahun 1967 – 1988, Freeport menemukan sejumlah endapan tembaga dalam skala kecil seperti Gunung Bijih Timur, Intermediate Ore Zone (IOZ), Deep Ore zone (DOZ), DOM.
Editor: Donald Karouw