Keuskupan Timika Minta Tim Independen Selidiki Penembakan Pastoral di Intan Jaya

Antara ยท Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:00:00 WIT
Keuskupan Timika Minta Tim Independen Selidiki Penembakan Pastoral di Intan Jaya
Administratur Keuskupan Timika, Pastor Marthinus Kuayo Pr. (Foto: Antara).

TIMIKA, iNews.id - Keuskupan Timika meminta dibentuk tim independen untuk menyelidiki kasus penembakan pastoral di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Sebab akhir-akhir ini marak terjadi penambakan terhadap petugas gereja.

Administratur Keuskupan Timika, Pastor Marthinus Kuayo Pr mengatakan, kehadiran tim independen sangat diperlukan untuk mengungkap kasus penembakan ini.

"Kami akan minta penyelidikan independen atas dua kejadian ini. Kami juga minta pelakunya harus dihukum," kata Pastor Marthinus di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (28/10/2020).

Korban yang tertembak atas nama Rufinus Tigau merupakan seorang pastoral di Stasi Jalae, Paroki Santo Mikhael Bilogai, Sugapa. Dia bertugas sejak 2015 sebagai katekis.

Menurut dia, maraknya insiden penembakan terhadap petugas gereja di Kabupaten Intan Jaya akhir-akhir ini, membuat warga merasa terancam dan tidak tenang.

Soal tudingan bahwa Rufinus terlibat dalam kegiatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), menurut dia, hal itu merupakan klaim sepihak dari aparat keamanan.

Sementara Kapolda Papua, Irjen Pol Pauluw Waterpauw mengatakan, kejadian sebenarnya telah kontak tembak antara tim gabungan TNI-Polri dengan KKB pimpinan Sabinus Waker, yang selama ini berada di Intan Jaya.

"Satu orang dari KKB meninggal dunia atas nama Rufinus Tigau dan satu anggota KKB atas nama Hermanus Tipagau berhasil diamankan anggota gabungan dalam keadaan hidup," kata Kapolda.

Menurut dia, tim melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku karena melakukan perlawanan. Saat itu anggota KKB diperkirakan berjumlah 50 orang.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal