Kisah Prajurit Paskhas Murka hingga Siap Ledakkan Tentara Australia dengan Granat di Bandara

Sucipto, Riezky Maulana ยท Senin, 13 Desember 2021 - 16:53:00 WIT
Kisah Prajurit Paskhas Murka hingga Siap Ledakkan Tentara Australia dengan Granat di Bandara
Pasukan elite TNI AU, Paskhas, berlatih tempur di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Kamis (17/6/2021). (Foto: Pen Paskhas)

Meski Paskhas kalah jumlah personel dibandingkan dengan Interfet, mereka sepakat menjadikan granat sebagai senjata mematikan jika terjadi kontak senjata. Pasukan Paskhas siap meledakkan granat itu ke tentara Australia dan bertempur habis-habisan.

Peristiwa itu menjadi salah satu bukti Korpaskhas TNI AU siap diterjunkan di segala medan untuk menumpas semua musuh yang melawan NKRI. 

Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra, yaitu udara, laut, darat. Paskhas siap diterjunkan di segala medan baik hutan, kota, rawa, sungai, maupun laut untuk menumpas semua musuh yang melawan NKRI.

Pasukan elite TNI AU, Paskhas, berlatih tempur di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Kamis (17/6/2021). (Foto: Pen Paskhas).
Pasukan elite TNI AU, Paskhas, berlatih tempur di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Kamis (17/6/2021). (Foto: Pen Paskhas).

Diketahui, dalam sejarahnya, pasukan elite TNI AU ini bermula dari operasi penerjunan 13 anggota AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia) di Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada 17 Oktober 1947. Ini merupakan operasi penerjunan tempur pertama di Indonesia.

Penerjunan ini sekaligus ditetapkan menjadi hari jadi Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat), cikal bakal Korpaskhasau. Dalam perkembangannya, pasukan ini terus bertransformasi dan menempa diri secara organisasi dan kemampuan tempur sehingga menjadi salah satu pasukan elite yang disegani dan ditakuti di dunia. 

Editor : Maria Christina

Follow Berita iNewsPapua di Google News

Bagikan Artikel: