Komnas Perempuan Nilai Hukuman Mati Belum Efektif Cegah Kekerasan Seksual

Carlos Roy Fajarta · Rabu, 12 Januari 2022 - 20:08:00 WIT
Komnas Perempuan Nilai Hukuman Mati Belum Efektif Cegah Kekerasan Seksual
Ilustrasi hukuman mati (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id – Kasus pemerkosaan 13 santriwati oleh oknum guru agama Herry Wirawan menuai sorotan luas. Herry kini dituntut hukuman mati dalam persidangan.

Terkait tuntutan tersebut, Komisi Nasional Perempuan menilai hukuman mati dan kebiri belum efektif mencegah tindak kekerasan seksual.

“Hukuman mati dan kebiri belum terbukti efektif dalam mencegah terjadinya tindak pidana termasuk kekerasan seksual,” kata Komisioner Komnas Perempuan, Theresia Iswarini, Rabu (12/1/2022).

Menurut dia, hal yang juga penting adalah aspek pemulihan para korban kekerasan seksual. Hal itu juga yang tengah menjadi fokus yang dikerjakan Komnas Perempuan.

“Justru yang penting diperhatikan adalah hak-hak korban atas penanganan dan pemulihan jangka panjang. Hak restitusi dan pemulihan untuk korban menjadi hal yang harus menjadi putusan hakim sehingga pasca putusan korban masih terus dipulihkan,” ujarnya.

Meski demikian, Komnas Perempuan menghormati proses hukum yang tengah berlangsung. Komnas juga berharap kerja sama dari aparat terkait pendampingan korban.

"Kami menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan kerja sama aparat penegak hukum dengan lembaga pendamping korban dalam kasus ekploitasi seksual ini," kata Theresia.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menuntut Herry Wirawan dengan hukuman mati, serta hukuman tambahan pengumuman identitas dan kebiri kimia. Selain itu, juga ada tuntutan restitusi kepada korban senilai Rp331 juta, pembubaran yayasan pesantren termasuk Madani Boarding School, penyitaan aset dan barang bukti untuk dilelang.

Editor : Reza Fajri

Bagikan Artikel: