Kronologi Pembakaran Pesawat di Intan Jaya, KKB Keluar dari Semak-Semak Angkat Senjata

Antara ยท Jumat, 08 Januari 2021 - 17:50:00 WIT
Kronologi Pembakaran Pesawat di Intan Jaya, KKB Keluar dari Semak-Semak Angkat Senjata
Ilustrasi pesawat terbakar. (Foto: Antara).

JAYAPURA, iNews.id - Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, menjelaskan kronologi pembakaran pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) di Kampung Pagamba, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Aksi anarkistis tersebut bermula saat pesawat hendak take off.

Dia mengatakan, pesawat lepas landas dari Bandara Nabire pada pukul 07.00 WIT Rabu (6/1) menuju Kampung Pagamba, Distrik Mbiondoga, Kabupaten Intan Jaya, dengan membawa dua orang penumpang dan bahan kebutuhan pokok atau bahan makanan.

"Namun saat hendak mendarat di Bandara Kampung Pagamba, kondisi cuaca tidak mendukung sehingga pilot memutuskan untuk kembali ke Nabire," kata Irjen Pol Paulus di Kota Jayapura, Papua, Jumat (7/1/2021).

Selanjutnya sekitar pukul 09.00 WIT, pesawat terbang Quest Kodiak itu kembali terbang dari Bandara Nabire menuju Bandara Kampung Pagamba, Intan Jaya, dan berhasil mendarat secara mulus.

Saat pesawat terbang Quest Kodiak dalam posisi berhenti di landasan, tiba-tiba muncul sekitar 10 orang tidak dikenal dari balik semak-semak sekitar bandara dengan menenteng sejumlah senjata api laras panjang dan laras pendek.

Melihat itu, masyarakat yang berada di sekitar lapangan terbang langsung melarikan diri dan sekelompok orang bersenjata itu berjalan mendekati pesawat.

Mereka kemudian mengarahkan senjatanya kepada pilot, meminta dia keluar dari pesawat terbang Quest Kodiak dengan posisi ditodong senjata api lalu disuruh duduk di tanah.

Tak lama berselang, sekelompok kawanan bersenjata api itu menurunkan barang-barang dari dalam pesawat terbang. Setelah semua barang diturunkan, mereka merusaki pesawat terbang Quest Kodiak berbaling-baling tunggal itu dan kemudian membakarnya.

Adapun Luferchek (32), berhasil melarikan diri dari kawanan orang bersenjata itu ke Kompleks Gereja di Kampung Togai, dengan berjalan kaki sekitar tiga jam dari Bandara Kampung Pagamba.

Keesokan harinya yaitu pada Kamis (7/1), Lufercheck dijemput dengan helikopter yang dipiloti Kapten Nathan Fagerlie, juga berkewarganegaraan Amerika Serikat, yang terbang dari Bandara Wamena menuju Bandara Nabire.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal