Kunjungi Lantamal Jayapura, Komisi I DPR Dukung Modernisasi Alutsista

Edy Siswanto ยท Jumat, 16 Oktober 2020 - 01:20:00 WIT
Kunjungi Lantamal Jayapura, Komisi I DPR Dukung Modernisasi Alutsista
Anggota Komisi I DPR Yan Parmenas Mendes bersama jajaran Lantamal Jayapura saat mencoba kapal patroli. (Foto: ist)

JAYAPURA, iNews.idKomisi I DPR mendukung penuh penambahan dan pembenahan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI AL yang dinilai masih jauh dari ideal terutama di wilayah Timur Indonesia. Dukungan itu diungkapkan anggota Komisi I DPR, Bidang Pertahanan, Luar Negeri, Intelejen dan Kominfo, Yan Permenas Mandenas setelah melihat langsung sejumlah alutsista milik Markas Lantamal X TNI AL Jayapura, Papua, Kamis (15/10/2020).

“Kami baru saja mengecek langsung alutsista milik Lantamal X, khususnya kapal patroli yang mereka miliki. Jadi dari pengecekan tadi, alutsista yang mereka miliki bisa dilayangkan sangat jauh dari ideal. Seperti kapal patroli yang kami gunakan tadi, itu kapal tahun 2004 bahkan ada yang lebih tua dari ini,” kata Yan Parmenas.

Menurut Yan Mandenas,  Komisi I akan mendorong memodernisasi seluruh alutsista yang dimiliki TNI. Mulai dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU yang bertugas di wilayah Papua, terlebih khusus di wilayah terpencil, terdepan dan terluar (3T).

Hal itu dinilai Yan Mandenas lantaran melihat letak geografis Papua berdekatan dengan negara-negara tetangga Indonesia, khususnya negara-negara Pasifik.

“Jangan sampai kekurangan alutsista kita menjadi kelebihan bagi negara-negara Pasifik. Kalau bisa kelebihan kita menjadi manfaat bagi mereka dalam rangka mendorong kerja sama bilateral antar negara,” kata dia.

Yan Mandenas menilai Papua merupakan salah satu daerah penyangga dalam sisi pertahanan Indonesia, khususnya terhadap persaingan antara Amerika dan China di kawasan Pasifik.

“Daerah perbatasan kita di Papua dengan Negara PNG sejauh ini masih terbuka. Saya pikir kedepan harus kita benahi oleh pemerintah pusat. Kalau ini tidak dimanfaatkan dengan baik, maka tidak akan muncul diplomasi pertahanan kita dengan negara Pasifik,” ujar Yan Mandenas.

Anggota Fraksi Gerindra itu berharap, negara hadir di Papua dalam rangka menjaga kedaulatannya, ketika mulai munculnya ancaman dari negara-negara luar.

“Idealnya, sarana dan prasarana dan alutsista kita harus mempuni. Lalu di imbangi dengan kegiatan-kegiatan terukur seperti patroli darat, laut dan udara,” katanya.

Danlantamal X Jayapura, Laksamana TNI Yehezkiel Katiandago, mengungkapkan, selama ini terus menerus melakukan patroli di sepanjang wilayah tugas mereka, untuk mencegah masuknya ancaman dari luar khususnya adanya perdagangan illegal.

“Kita terus bersinergi dengan 3 matra TNI, untuk mencegah adanya gangguan-gangguan dari negara tetangga, terlebih semakin maraknya perdagangan illegal seperti narkotika jenis ganja, yang kian marak masuk dari negara Papua New Guine,” kata Yehezkiel.

Dia memaparkan dengan luasnya lingkup kerja mereka, sejauh ini baru ada 5 pos pengamatan angkatan laut dan Lanalnya baru ada 1 dan saat ini ada 2 unit Lanal persiapan, sehingga kekuatan pasukan masih minim.

“Dengan kondisi yang ada kita terus berupaya memaksimalkan pengamanan laut. Dengan dua armada kapal patroli, anggota terus melakukan operasi. Kita kerap kalah dalam aksi kejar mengejar di laut, lantaran para pelaku menggunakan kapal dengan kecepatan 30-40 knot sedangkan kapal kita hanya memiliki kecepatan 15 knot,” kata dia.

Yehezkiel berkeyakinan ke depan akan ada peremajaan alutsista yang dimiliki Lantamal X. “Kami berharap dengan kunjungan Anggota Komisi I DPR, bisa mendorong moderenisasi alutsista kita. Karena, walau kita bertugas di daerah, kita tentunya berkewajiban menjaga kewibawaaan negara,” kata dia.


Editor : Kastolani Marzuki