Operasi Yustisi di Papua, Jumlah Pelanggar Capai 34.709 Orang dalam 1 Bulan

Antara ยท Minggu, 18 Oktober 2020 - 12:24:00 WIT
Operasi Yustisi di Papua, Jumlah Pelanggar Capai 34.709 Orang dalam 1 Bulan
Ilustrasi masker. (Foto: Istimewa)

JAYAPURA, iNews.id – Sebanyak 34.709 orang terjaring dalam Operasi Yustisi yang dilaksanakan oleh personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP di Papua. Jumlah tersebut merupakan hasil akumulasi operasi selama periode 14 September 2020 hingga 16 Oktober 2020.

"Satgas Covid-19 mengadakan operasi yustisi sebagai langkah tegas kepada warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal, Sabtu (17/10/2020).

Ada dua kategori sanksi yang diberikan kepada para pelanggar tersebut. Kategori pertama, yakni pelanggar dikenakan teguran. Kategori, berikutnya pelanggar mendapat sanksi administrasi.

Pelanggar yang dikenakan teguran lisan diberikan pemahaman untuk selalu menaati protokol kesehatan. Sementara sanksi administrasi mengharuskan para pelanggar membayar uang denda.

Untuk sanksi berupa teguran secara lisan sebanyak 34.605. Teguran tertulis 104 orang, sanksi administrasi berupa denda sebanyak Rp132.890.000 dan penghentian atau penutupan sementara tempat usaha sebanyak enam.

“Operasi ini berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kedisiplinan Terhadap Protokol Kesehatan. Maka dari itu, upaya masif mendisiplinkan masyarakat lewat operasi yustisi terus dilakukan,” katanya.

Angka penularan Covid-19 di beberapa wilayah di Papua masih cukup tinggi. Polda Papua berharap masyarakat selalu menaaati protokol kesehatan dengan 3M+1T yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

“Sehingga dapat memutus rantai penyebaran virus corona di Provinsi Papua," katanya.

Kamal juga menekankan, polisi tetap mengedepankan langkah preemtif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Bukan tindakan yang diberikan diutamakan, melainkan bagaimana agar kesadaran masyarakat meningkat.

“Tujuannya, kita semua dapat terhindar dari segala penyakit menular lainnya. Covid-19 masih ada. Mari kita semua tetap menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat," katanya.


Editor : Umaya Khusniah