Pariwisata di Raja Ampat Masih Sepi meski Penerbangan Sudah Dibuka

Antara ยท Jumat, 04 September 2020 - 11:15 WIT
Pariwisata di Raja Ampat Masih Sepi meski Penerbangan Sudah Dibuka
Kawasan wisata di Raja Ampat ditutup sementara selama 14 hari untuk mencegah penyebaran virus corona. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

MANOKWARI, iNews.id - Pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat diminta untuk bersabar menghadapi situasi perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Meski penerbangan sudah dibuka kembali, namun belum ada kunjungan ke daerah tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat, Yusak Wabia mengatakan, masih ditemukannya kasus Covid-19 baru bisa jadi membuat warga enggan bepergian ke luar daerah.

"Saya yakin pandemi ini tidak akan selamanya. Ada saatnya akan berakhir sehingga sektor pariwisata bisa bangkit kembali," kata Yusak Wabia di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (3/9/2020).

Yusak Wabia menjelaskan, pandemi virus corona membawa dampak buruk cukup besar terhadap perekonomian, terutama kepada sektor pariwisata yang dinilai mendapat efek secara langsung.

Menurut dia, kondisi ini mengakibatkan tidak sedikit pelaku usaha perhotelan merumahkan karyawannya, termasuk sejumlah pemilik homestay di Kabupaten Raja Ampat yang tidak ada pemasukan sama sekali.

"Kita tidak menginginkan itu, tapi memang itu konsekuensi dari kegiatan usaha. Tamu berkurang bahkan tidak ada, maka otomatis pendapatan menurun," ujar dia.

Saat ini, masih menurut dia, akses penerbangan di Papua Barat sudah dibuka dan hampir normal seperti sebelumnya. Hal ini diharapkan mendorong sektor pariwisata menggeliat kembali.

"Protokol kesehatan pastinya menjadi pertimbangan dalam kepariwisataan di sana," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal