Pendulang Emas di Kali Kabur Timika Diminta Waspadai Potensi Sambaran Petir

Antara · Senin, 29 November 2021 - 10:22:00 WIT
Pendulang Emas di Kali Kabur Timika Diminta Waspadai Potensi Sambaran Petir
Petugas gabungan mengevakuasi jenazah seorang pendulang emas tradisional yang meninggal dunia di Mile 30, area Kali Kabur, Mimika, Papua akibat tersambar petir pada Sabtu (27/11/2021) malam. (Foto: Antara/HO-SAR Timika)

TIMIKA, iNews.id - Sejumlah pendulang emas tradisional yang melakukan aktivitas di Kali Kabur diminta berhati-hati berpotensi terjadi sambaran petir saat turun hujan. Sebelumnya sudah ada satu warga yang menjadi korban sambaran petir di lokasi tersebut.

Kepala Kantor SAR Timika George Mercy L Randang mengatakan dalam tahun ini jajarannya sudah dua kali diminta bantuan untuk mengevakuasi korban meninggal akibat tersambar petir di lokasi pendulangan emas di Kali Kabur. Terbaru, seorang pendulang bernama Leginus Maturan (32), meninggal dunia akibat tersambar petir di lokasi pendulangan di Mile 30, area Kali Kabur, Timika, Sabtu (27/11/2021) petang.

"Dengan semakin banyaknya kejadian tersambar petir di lokasi pendulangan, warga harusnya lebih berhati-hati melakukan aktivitas di daerah itu supaya tidak jatuh korban lagi. Apalagi kondisi cuaca di Timika itu sulit diprediksi, terkadang panas terik, lalu seketika berubah menjadi hujan lebat disertai petir," kata Mercy, Minggu (28/11/2021).

Dari pantauan kasat mata di lokasi pendulangan yang masuk dalam kawasan PT Freeport Indonesia itu, menurut Mercy, kondisinya cukup rawan terjadi petir saat hujan.

"Kelihatan sekali di wilayah yang padat pepohonan di area perbukitan saya melihat ada banyak pohon-pohon yang tumbang karena disambar petir. Berarti di lokasi itu memang sangat rawan petir," ujarnya.

Selain rawan terjadi petir, kawasan pendulangan emas tradisional di sepanjang  Kali Kabur tersebut juga rawan bencana l longsor dan banjir bandang.

Dalam tahun ini saja sudah terjadi beberapa kali peristiwa pendulang emas terseret banjir bandang hingga meninggal dunia saat hendak menyeberang Kali Kabur.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: