Pilkada 2020, Ini 7 Daerah Rawan Konflik di Papua

Antara · Senin, 12 Oktober 2020 - 17:35:00 WIT
Pilkada 2020, Ini 7 Daerah Rawan Konflik di Papua
Kapolda Papua dan Pangdam memantau daerah rawan di Papua. (Foto: Antara).

JAYAPURA, iNews.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua menyebut ada tujuh daerah rawan konflik di masa Pilkada 2020 mendatang. Aparat keamanan diminta dapat mengantisipasi terjadinya gejolak sosial dan politik.

Komisioner Bawaslu Papua, Ronald Manoach mengatakan, dari 11 kabupaten yang menggelar pilkada ada tujuh yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

"Dari intensitas kerawanan, yang paling tinggi yaitu Yahukimo, Keerom, Nabire, Pegunungan Bintang, Boven Digoel, Merauke dan Asmat," kata Ronald di Kota Timika, Papua, Minggu (11/10/2020).

Ronald mengatakan penyematan tujuh kabupaten itu sebagai daerah paling rawan dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 merujuk pada sejumlah persoalan baru-baru ini.

Selain itu ada juga pertimbangan rekam jejak proses politik di masa sebelumnya, mulai dari pilkada hingga Pemilu 2019 lalu.

Sebagai contoh, kata Ronald, situasi kamtibmas di Kabupaten Asmat saat ini cukup kondusif alias landai, tanpa ada riak-riak atau gejolak sosial. Namun saat Pemilu 2019 terjadi bentrok antarwarga hingga menimbulkan korban.

"Untuk itu Bawaslu juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab," ujar dia.

Salah satu daerah yang juga menjadi perhatian Bawaslu yaitu Kabupaten Nabire. Daerah pemekaran Kabupaten Intan Jaya akhir-akhir ini bergejolak karena teror penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Sebagian besar aktivitas pemerintahan di Kabupaten Intan Jaya itu berlangsung di Nabire, demikian pun sebagian besar warga Intan Jaya itu berdomisili di Nabire. Tentu ini menjadi perhatian khusus," kata Ronald.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal