Polisi Ajak Warga Jayawijaya Setop Kebiasaan Bawa Parang di Pusat Kota

Antara · Jumat, 04 Desember 2020 - 23:26:00 WIT
Polisi Ajak Warga Jayawijaya Setop Kebiasaan Bawa Parang di Pusat Kota
Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen.(Foto: Antara)

WAMENA, iNews.id - Kebiasaan membawa senjata tajam (sajam) berupa parang di Kota Jayawijaya, Provinsi Papua, kerap memicu munculnya berbagai masalah. Personel Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya terus melakukan edukasi kepada warga untuk menghilangkan kebiasaan membawa sajam itu di pusat kota.

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen mengatakan, dari pengalaman selama ini, beberapa persoalan muncul karena dipicu kebiasaan warga membawa senjata tajam di Kota Jayawijaya. Warga harus membayar denda dan terjadi perang antarwarga akibat penggunaan parang untuk membunuh.

"Membawa parang itu memancing kekerasan baru. Sebuah kekerasan akan melahirkan kekerasan baru karena korban punya keluarga dan ini kondisi yang ada di Jayawijaya," kata Dominggus di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Jumat (4/12/2020).

Dominggus mengatakan, personel Polres Jayawijaya terus mengajak warga agar tidak membawa parang lagi. Imbauan ini disampaikan ketika personel melakukan razia maupun patroli.

"Kemarin kami lakukan razia itu, ada sekitar 30 senjata tajam yang diamankan. Razia itu tujuannya memangkas pembawaan senjata tajam karena ketika senjata itu ada di badan seseorang, maka kapan saja bisa disalahgunakan," katanya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2