Positif Covid-19 Tambah 20 Kasus per Hari, Kondisi Kabupaten Mimika Gawat Darurat

Antara ยท Rabu, 30 September 2020 - 09:02:00 WIT
Positif Covid-19 Tambah 20 Kasus per Hari, Kondisi Kabupaten Mimika Gawat Darurat
Ilustrasi. (foto: ist).

TIMIKA, iNews.id - Kondisi kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika, Papua gawat darurat karena angka kenaikan kasus terus melonjak. Rata-rata kasus Covid-19 bertambah 15-20 per hari.

"Kondisi di Mimika hari ini sudah darurat. Berdasarkan laporan Direktur RSUD Mimika dan Direktur RSMM Timika, jumlah pasien Covid-19 meningkat dari rata-rata sebelumnya 15 orang per hari menjadi 20 orang per hari. Hal itu membuat fasilitas, terutama tempat tidur di rumah sakit penuh dengan pasien," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, Selasa (29/9/2020).

Laporan RSUD Mimika, kata dia saat ini ruang ICU di rumah sakit sudah ditutup untuk dialihfungsikan melayani pasien Covid-19 dengan kondisi sedang hingga berat. Sementara ruang isolasi tekanan positif dan tekanan negatif RSUD yang menampung 63 pasien Covid-19 juga sudah penuh.

Kondisi RSMM Timikia yang menangani pasien Covid-19 juga tidak berbeda jauh. Adapun di shelter Wisma Atlet Mimika Sport Complex saat ini menampung 70 pasien Covid-19 dengan kondisi dan gejala ringan.

"Yang paling kritis saat ini yaitu kebutuhan gas medis. Kebutuhan per hari gas medis untuk RSUD Mimika dan RSMM Timika sebelum ada pandemi Covid-19 sekitar 20 tabung. Saat ini kebutuhan per harinya melonjak sampai 60 tabung," katanya.

"Sementara produksi gas medis itu juga terbatas. Pertanyaannya apakah sekarang Timika dalam kondisi darurat? Ya, kondisi kita sekarang seperti itu," kata Reynold yang juga merangkap tugas sebagai Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika.

Untuk mengurangi beban kedua rumah sakit itu, kata dia, Dinkes Mimika berupaya melakukan rekayasa pelayanan kesehatan. Tujuannya agar pasien Covid-19 tidak harus semuanya dirawat di rumah sakit, namun bisa juga ditangani di tingkat fasilitas kesehatan primer yaitu puskesmas.

"Kami sudah melakukan pertemuan dengan puskesmas-puskesmas di zona merah dan zona kuning untuk meminta mereka membuka pelayanan ke luar." katanya.

Editor : Faieq Hidayat