Prabowo Setujui Perekrutan 1.000 Bintara Otsus di Papua Barat, Peserta Harus Putra Daerah

Antara ยท Senin, 07 September 2020 - 21:25 WIT
Prabowo Setujui Perekrutan 1.000 Bintara Otsus di Papua Barat, Peserta Harus Putra Daerah
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra ikut menyosialisasikan gerakan memakai masker serentak di Manokwari belum lama ini. (Foto: Antara)

MANOKWARI, iNews.id - Kodam XVIII/Kasuari/Papua Barat mengajukan program perekrutan 1.000 Bintara Otonomi Khusus (Otsus) kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Program itu telah disetujui Menhan.

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra menjelaskan, setelah mendapat persetujuan dari Menhan, seleksi perekrutan 1.000 Bintara Otsus akan dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat dan seluruh kabupaten/kota. Peserta yang bisa ikut dalam perekrutan ini putra-putri asli Papua.

"Alokasi calon berasal dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah Papua Barat. Peserta nanti bisa mendaftarkan diri ke Korem dan Kodim terdekat di wilayah masing-masing," kata Ali Hamdan Bogra di Manokwari, Senin (7/9/2020).

Pangdam Kasuari menyebutkan, peserta yang lulus akan dididik di Rindam di seluruh Indonesia. Ini mengingat sarana dan prasarana di Rindam XVIII/Kasuari masih terbatas.

Harapannya, para Bintara Otsus ini bisa ditugaskan kembali ke wilayah kabupaten dan kota di seluruh Papua Barat. Kehadiran mereka sebagai motivasi menggerakkan generasi muda agar lebih maju dalam menjaga stabilitas keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala Staf Daerah Militer XVIII/Kasuari Brigjen TNI Ferry Zein sebelumnya mengatakan, program perekrutan Bintara Otsus sedang dikomunikasikan dengan gubernur, bupati, dan wali kota se-Papua Barat. Program tersebut diharapkan dapat dibiayai melalui dana otsus.

"Program itu diharapkan menjadi peluang bagi putra-putri asli Papua untuk berkarier menjadi anggota TNI," kata Kasdam.

Ferry Zein mengatakan, Kodam Kasuari masih membutuhkan cukup banyak personel untuk mengisi satuan yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. Putra daerah diharapkan bisa mengisi kekurangan tersebut.

Menurut dia, Kodam XVIII/Kasuari masih cukup baru dan saat ini baru tumbuh. Pihaknya sedang mendorong pembentukan empat Kodim baru serta satu Korem di Fakfak untuk mendukung kerja Kodam.

"Papua Barat ini sangat luas sedangkan saat ini Kodam baru punya satu Korem. Oleh karena itu harus ditambah setidaknya satu Korem lagi. Kami juga akan membentuk Brigade sehingga butuh banyak personel untuk mengisinya," kata Ferry.

Ferry menjelaskan, pada beberapa tahun terakhir, putra-putri asli Papua menjadi prioritas dalam perekrutan anggota baru. Selama ini Kodam memberikan jatah 80 persen bagi putra daerah.


Editor : Maria Christina