Rawat 2 Pasien Covid-19, IGD RSUD Sorong Ditutup Sementara untuk Masyarakat Umum

Antara ยท Selasa, 22 September 2020 - 13:04:00 WIT
Rawat 2 Pasien Covid-19, IGD RSUD Sorong Ditutup Sementara untuk Masyarakat Umum
Ruangan IGD RSUD Sele be Solu Kota Sorong. (Foto: Antara)

SORONG, iNews.id - Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele be Solu Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, saat ini digunakan untuk menangani pasien terkonfirmasi Covid-19. Selama perawatan pasien tersebut, IGD ditutup untuk pelayanan masyarakat umum.

"Ruangan IGF RSUD Sele be Solu sejak 20 September 2020 ditutup untuk pelayanan umum karena sedang digunakan untuk merawat dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong Ruddy Rudolf Lakku di Sorong, Senin (21/9/2020).

Ruddy mengatakan, kedua pasien tersebut datang ke IGD RSUD Sele be Solu untuk mendapat perawatan. Namun setelah diperiksa, ternyata keduanya positif Covid-19. Kedua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut harus menjalani isolasi di IGD karena ruangan khusus untuk merawat pasien positif Covid-19 di RSUD Sele be Solu juga penuh.

"Kedua pasien terkonfirmasi tersebut tetap menjalani isolasi di IGD sedangkan sementara waktu pelayanan IGD ditutup untuk umum. Penutupan ruangan IGD tersebut guna mencegah penyebaran Covid-19," katanya.

Selain itu, RSUD Sele be Solu juga melakukan sterilisasi terhadap ruangan sambil menunggu penambahan ruang isolasi bagi pasien terkonfirmasi virus corona. Namun, pelayanan pada ruangan lain di RSUD Sele be Solu tetap berjalan seperti biasa.

Dia juga mengatakan, penutupan sementara pelayanan IGD RSUD Sele be Solu disesuaikan dengan kondisi. Apabila sudah ada ruang isolasi baru, kedua pasien terkonfirmasi virus tersebut akan dipindahkan. IGD akan disterilkan untuk selanjutnya melayani pasien umum.

"Kami berharap masyarakat tetap bersabar karena penutupan sementara pelayanan IGD tersebut untuk melindungi masyarakat maupun tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit tersebut," ujarnya.

Editor : Maria Christina