Ricuh! Massa Demo Bawa Babi ke Polresta Sorong Berujung Nyaris Bentrok dengan Polisi
“Kami ultimatum, kami tidak bikin kacau di dalam kantor ini. Tapi kerusuhan di kota ini, kita bisa bikin. Tolong difasilitasi bertemu Kapolresta,” katanya.
Meski sempat dibubarkan, massa tetap bertahan dan menduduki Mapolresta Sorong Kota hingga malam hari. Mereka menggelar tikar di halaman markas dan di depan ruang penyidik Tipikor sambil menunggu respons kepolisian.
Dalam perkembangan selanjutnya, anggota DPR Provinsi Papua Barat Daya jalur pengangkatan Otsus, Robby Wanma, datang menemui massa. Dia menyebut IWK sebagai korban dalam perkara tersebut dan meminta ruang mediasi.
“Saya punya adik ini menjadi korban. Bendera perusahaannya dipinjam, lalu dipakai orang lain untuk memperkaya diri. Dia tidak tahu proses pengadaan berjalan seperti apa,” kata Robby.
“Kami tidak memetalkan proses hukum. Kami minta penangguhan agar dia bisa urus masa depannya, termasuk proses pemberkasan CPNS. Proses hukum tetap berjalan,” ucapnya lagi.
Massa menilai penetapan IWK sebagai tersangka tidak adil karena empat tersangka lain berasal dari internal DPR, sementara IWK berada di luar struktur lembaga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolresta Sorong Kota belum memberikan keterangan resmi. Aparat kepolisian masih bersiaga penuh guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, sementara massa menyatakan akan terus bertahan dan mengancam menggelar aksi lanjutan.
Editor: Donald Karouw