Seribuan Warga di Jayawijaya Tak Dapat Bansos, Dinsos: Mereka Tidak Punya KTP

Antara · Minggu, 22 Agustus 2021 - 17:53:00 WIT
Seribuan Warga di Jayawijaya Tak Dapat Bansos, Dinsos: Mereka Tidak Punya KTP
Warga Distrik Wouma di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, menggelar aksi damai ke Kantor Pos Indonesia Wamena, Kamis (12/8/2021). (Foto: Antara)

WAMENA, iNews.id – Seribuan warga di Kabupaten Jayawijaya, Papua tidak dapat menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat tahun ini karena terganjal aturan. Selain tidak memiliki KTP, mereka juga belum terdata. 

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jayawijaya, Nicolas Itlay mengatakan, sebagian warga tidak bisa menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat karena mereka tidak memiliki identitas diri seperti kartu tanda penduduk elektronik (KTP-e) dan Kartu Keluarga (KK). 

Nicolas Itlay mengatakan, selain tidak memiliki identitas diri, sebagian warga tidak terdata dengan baik. 

"Ada dua masalah yang membuat tidak semua warga mendapat bantuan dari pusat. Yang pertama datanya tidak tercover dengan baik oleh operator kampung/desa dan yang kedua, masih ada warga yang tidak punya KTP elektronik dan KK," katanya, Minggu (22/8/2021). 

Kepala dinas yang baru dilantik Agustus 2021 ini mengatakan, segera menata ulang data dinas sosial agar warga yang benar-benar membutuhkan bantuan bisa menerima.

Dinsos juga akan berkoodinasi dengan operator program keluarga harapan (PKH) tingkat distrik dan kampung, sehingga mendata warga secara menyeluruh.

"Operator dari kampung-kampung ini tidak menghimpun data warganya semua, sehingga banyak yang tidak dapat dan data itu saja yang dimasukan ke dinas sosial," katanya.

Sebelumnya Kepala Distrik Maima Irman Mulait mengatakan, warganya yang penerima bantuan sosial dari pemerintah mencapai 600 orang, namun kemudian berkurang menjadi 200 orang pada Tahun 2021. 

Warga Distrik Wouma juga mengeluhkan hal yang sama. Saat berdemonstrasi ke Kantor Posindo Wamena, mereka menyebutkan penerima sebelumnya mencapai 1.603 jiwa namun berkurang hingga menjadi 285.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: