Tak Lagi Dapat BLT, 200-an Warga Distrik Wouma Jayawijaya Demo ke Kantor Pos

Antara ยท Jumat, 13 Agustus 2021 - 09:46:00 WIT
Tak Lagi Dapat BLT, 200-an Warga Distrik Wouma Jayawijaya Demo ke Kantor Pos
Warga Distrik Wouma di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, menggelar aksi damai ke Kantor Pos Indonesia Wamena, Kamis (12/8/2021). (Foto: Antara)

WAMENA, iNews.id - Warga Distrik Wouma di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, berdemonstrasi ke Kantor Pos Indonesia Wamena, Kamis (12/8/2021). Sebanyak 200 lebih warga ini mempertanyakan mengapa mereka tidak lagi menerima bantuan langsung tunai (BLT) yang disalurkan pemerintah pusat.

Menurut warga, di tahun-tahun sebelumnya, warga Wouma yang menerima BLT sebanyak 1.603 orang. Namun, belakangan jumlah penerima berkurang tanpa alasan yang jelas. Warga yang sebelumnya menerima bantuan itu dan tidak lagi mendapatkannya bertanya-tanya.

"Saat ini yang terdaftar untuk menerima hanya 285 orang saja, sebagian besar tidak dapat lagi," kata koodinator aksi, Kaitanusik Ikinia di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya.

Warga mempertanyakan pengurangan jumlah penerima bantuan dana tersebut. Menurut mereka, sebagian besar yang tidak menerima merupakan warga Wouma.

Mereka mengharapkan Kantor Pos, Dinas Kependudukan dan Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya berkoordinasi ulang terkait data penerima yang telah berkurang. Sebab,awalnya operator bantuan sosial tingkat distrik sudah memasukkan data penerima ke pemerintah.

"Kami curiga ada permainan karena awalnya 1.603 orang sudah pernah dapat, tetapi sekarang hampir 1.000 orang lebih tidak dapat. Ini ada apa? Padahal mereka ini masyarakat setempat yang sangat membutuhkan," katanya.

Mereka memberikan waktu hingga Senin (16/8/2021) kepada Dinas Sosial, Dinas Kependudukan Kabupaten Jayawijaya serta Kantor Pos Indonesia Wamena memberikan jawaban terkait pengurangan data penerima.

"Kami kasih waktu sampai hari Senin depan, dengan harapan 1.603 orang yang pernah dapat bantuan sosial itu harus direalisasikan dan semua harus dapat. Sementara kami tunggu proses itu, sebagai jaminan kami akan palang material galian C di Wouma," katanya.

Warga lainnya, Fabianus Lagoan, menambahkan, aksi mereka untuk mempertanyakan hak warga 7 kampung terkait penerimaan BLT. Mereka menduga ada masalah di data penerima.

"Persoalannya adalah masalah data penerima. Ini ada yang tipu-tipu, sehingga masyarakat tetap (penduduk asli Wouma) ada yang tidak dapat," katanya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: