Terima Aduan Nakes Korban Kekerasan KKB Papua, Komnas HAM: Mereka Trauma

Antara · Selasa, 21 September 2021 - 17:19:00 WIT
Terima Aduan Nakes Korban Kekerasan KKB Papua, Komnas HAM: Mereka Trauma
Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua Frits B. Ramandey bersama staf menerima pengaduan tenaga kesehatan korban kekerasan KKB Kiwirok Pegunungan Bintang. (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.id - Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban kekerasan kelompok kriminal bersenjata (KKB) mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua. Mereka meminta agar pemerintah memperhatikan para nakes yang tugas si pedalaman Papua.

"Komnas HAM Papua sudah menerima dan mendengar langsung pengaduan nakes korban kekerasan KKB Kiwirok, ya. Kami sangat prihatin dan menyesali adanya kejadian ini," ujar Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua Frits B Ramandey, Selasa (21/9/2021).

Dia menegaskan, nakes yang bertugas harus dapat dilindungi karena sangat berjasa dan mulia dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat di kampung-kampung.

"Empat nakes yang datang mengadu di Komnas HAM Papua kami berikan apresiasi karena sudah mau menyampaikan persoalan terhadap kasus kekerasan KKB kepada mereka sebagai pekerja kemanusiaan di Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang," kata Frits.

Untuk memberikan kenyamanan bagi nakes dalam bekerja, dia berharap pemerintah dan aparat berwenang perlu memberikan perlindungan jaminan keamanan.

Frits menyebutkan sejumlah mengadu Komnas HAM mengaku trauma.

"Pemerintah dan instansi berwenang bisa memberikan jaminan keamanan untuk tenaga kesehatan yang bekerja melayani masyarakat di daerah pedalaman maupun wilayah terpencil lainnya," kata Frits.

Kasus kekerasan KKB Papua di Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang mengakibatkan sejumlah nakes menjadi korban. Seorang suster Gabriela Meilani meninggal dunia di jurang kedalaman 500 meter.

Sementara itu, mantri Gerald Sokoy hingga saat ini masih hilang dan belum diketahui nasibnya.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: