Trauma Dikejar KKB, Dianiaya hingga Lompat ke Jurang, Nakes: Kami Tak Ingin Kembali ke Pedalaman

Antara ยท Senin, 20 September 2021 - 22:28:00 WIT
Trauma Dikejar KKB, Dianiaya hingga Lompat ke Jurang, Nakes: Kami Tak Ingin Kembali ke Pedalaman
Katrina Sampe, salah satu nakes korban penganiayaan KKB di Kiwirok masih dirawat di RS Marthen Indey Jayapura. (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.id - Tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban penganiayaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, hingga kini masih trauma. Para nakes yang hingga kini masih dirawat di RS Marthen Indey, Jayapura, mengaku tidak ingin kembali lagi bertugas di sana.

Kristina Sampe Tonapa dan Katrianti Tandila dengan tersendat-sendat kembali mengisahkan insiden yang mereka alami. Saat insiden pembakaran dan perusakan terjadi, keduanya bersama dr Restu Pamanggi, Katrianti Tandila dan Emanuel Abi melarikan diri dengan melompat ke dalam jurang yang ada di dekat puskesmas.

Massa yang merupakan masyarakat Kiwirok ikut mengejar dengan membawa panah dan senjata tajam hingga sempat melukai mereka para nakes.

"Kami berempat yakni saya, Katrianti Tandila, Marselinus Ola Atanila dan almarhum Gabriela Meilan lompat ke jurang. Namun, mereka tetap mengejar dan menganiaya," katanya.

Katriana mengaku dirinya terjatuh paling dalam, yakni sekitar 500 meter. Dia bertahan dengan minum air hujan selama tiga hari sebelum dievakuasi anggota TNI-Polri.

Atas kejadian ini, Katriana Sampe yang mengalami luka tusuk benda tumpul di paha ini mengaku trauma. Dia tidak ingin kembali bertugas ke pedalaman.

Katrina Sampe mengaku sudah lima tahun sebagai tenaga honorer kesehatan yang direkrut Dinas Kesehatan Pegunungan Bintang. Namun, baru kemarin dia mengalami insiden yang tidak akan dilupakan seumur hidup.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: