TNI Polri Antisipasi Gangguan Keamanan PON XX, Mimika Rawan Gesekan Antarsuku

Antara ยท Senin, 20 September 2021 - 14:30:00 WIT
TNI Polri Antisipasi Gangguan Keamanan PON XX, Mimika Rawan Gesekan Antarsuku
Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata bersama Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya memeriksa pasukan saat apel pengamanan PON XX Papua. (Foto: Antara).

TIMIKA, iNews.id - TNI Polri mengantisipasi gangguan keamanan PON XX. Selain potensi dari KKB, daerah tersebut juga rawan gesekan antarsuku.

Kapolres Mimika, AKBP IGG Era Adhinata, mengatakan untuk gangguan KKB sudah mulai berkurang. Karena sebagian besar kelompok yang menduduki wilayah Tembagapura sudah kembali ke daerah asalnya.

"Walaupun sebagian besar sudah keluar dari wilayah Mimika, tetapi kami masih terus memantau ketat pergerakan mereka," kata AKBP Era Adhinata di Kota Timika, Papua, Minggu (19/9/2021).

Menurut dia, aparat TNI dan Polri berupaya maksimal mencegah dan mengamankan wilayah Mimika dari KKB. Apalagi jika gerombolan separatis bersenjata itu sampai melakukan aksi-aksi mengganggu keamanan.

Di samping gangguan KKB, TNI Polri juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan lainnya, terutama yang berasal dari gesekan antarkelompok suku yang selama ini kerap terjadi di Mimika.

"Kita semua sudah tahu Timika itu rawan sekali potensi konflik atau gesekan antarsuku dan lainnya. Maka sekecil apa pun gesekan itu harus diselesaikan pada jam itu juga, tidak boleh berlarut," ujarnya.

Untuk mengamankan PON XX Papua di Klaster Kabupaten Mimika, TNI dan Polri mengerahkan sebanyak 1.500 personel yang terdiri atas 997 personel Polri dan 485 personel TNI.

Khusus Polri, sebanyak 432 personel didatangkan dari luar, yaitu 400 personel Brimob Polda Sulut, Polda Kalimantan Tengah, dan beberapa polda lainnya, serta ditambah 32 personel Polres Asmat.

"Pasukan BKO yang didatangkan dari luar dan sudah tiba di Timika, yaitu Brimob Polda Sulut sebanyak 100 personel. Dalam waktu dekat akan tiba lagi Brimob BKO  Polda Kalteng dan Polda yang lainnya," kata dia.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: