Update Banjir Bandang Sentani Papua, 43 Orang Masih Dinyatakan Hilang

Andi Mohammad Ikhbal ยท Senin, 18 Maret 2019 - 18:02 WIT
Update Banjir Bandang Sentani Papua, 43 Orang Masih Dinyatakan Hilang
Sejumlah warga melihat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)

JAKARTA, iNews.id – Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang yang menerjang Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, terus bertambah. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan mengevakuasi korban jiwa dalam peristiwa bencana tersebut.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (18/3/2019) pukul 15.00 WIB atau 17.00 WIT, petugas telah mengevakuasi 79 korban tewas dan 43 yang dilaporkan hilang masih dalam pencarian.

“Dari jumlah korban tersebut, 72 di antaranya teridentifikasi meninggal di Kabupaten Jayapura, sisanya berada di Kota Jayapura. Sementara untuk korban hilang, 34 jiwa diidentifikasi di Kampung Milimik Sentani, 6 di Kompleks Perumahan Inauli Advent dan 3 di Doyo Baru,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (18/3/2019).


Pendataan sementara, sedikitnya 4.728 jiwa mengungsi di 6 titik pos penampungan. Jumlah pengungsi terbesar yakni 1.450 jiwa di titik pengungsian BTN Gajah Mada. Sementara lima pos penampungan lainnya berlokasi di Posko Induk Gunung Merah menampung 1.273 jiwa, BTN Bintang Timur 600 jiwa, Sekolah HIS Sentani 400 jiwa, SIL Sentani 300 jiwa dan Doyo Baru 203 jiwa.

Bencana alam akibat guyuran hujan deras selama 7 jam memicu terjadinya banjir bandang, Sabtu (16/3/2019) malam. Peristiwa itu menyebabkan 11.725 keluarga terdampak. Upaya penanganan pemerintah daerah setempat telah dilakukan sejak hari pertama pascabanjir bandang.

Pos Komando yang didirikan di Kantor Bupati Jayapura telah melayani korban luka dan terdampak melalui pelayanan medis maupun dapur umum. Pelayanan medis telah didukung dengan beroperasionalnya kembali RSUD Yowaris. Sementara RS Dian Harapan, RS Bhayangkara, RS Abepura dan RS Aryoko difungsikan sebagai rumah sakit rujukan.

Merespons penanganan pascabanjir, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan BNPB segera mengevakuasi korban bencana banjir bandang. Prioritas evakuasi bertujuan untuk menghindari bertambahnya jumlah korban meninggal dunia dan luka-luka.

“Pak Jokowi juga memerintahkan penghijauan dan penanaman kembali hutan di hulu sungai yang bermuara di Danau Sentani,” katanya.

Saat ini proses pembersihan akibat bencana tersebut masih berlansung. Pemerintah daerah setempat bersama dinas terkait, TNI dan Polri melakukan upaya pemulihan dini seperti pembersihan kayu gelondongan, bebatuan, puing-puing dan material lain dengan alat berat.

Di samping itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura mengerahkan 4 unit ekskavator, 4 wheel loader (traktor dengan roda karet untuk mengangkut material) dan 10 dumptruck (truk jungkit) untuk pembersihan ruas Jalan Nasional Jayapura-Sentani-Kemiri sepanjang 70 Km yang tertutupi lumpur dan pohon tumbang.

Diketahui, banjir bandang menerjang sembilan kelurahan dengan tiga kelurahan mengalami kerusakan parah, yakni Dobonsolo, Doyo Baru dan Hinekombe. Kesembilan kelurahan yang terdampak yaitu Kelurahan Dobonsolo, Hinekombe, Hobong, Ifale, Ifar Besar, Keheran, Sentani Kota, Sereh dan Kelurahan Yobhe.

Hasil pendataan sementara, banjir menyebabkan 350 unit rumah rusak berat dan 211 unit terendam di BTN Bintang Timur Sentani. Sejumlah fasilitas umum juga mengalami rusak berat, yaitu sekolah 8 unit, tempat ibadah 3 unit, drainase 8 unit dan jembatan 3 unit.


Editor : Donald Karouw