Video Viral Kesaksian Nakes Korban KKB, Disiksa lalu Dilempar ke Jurang
JAYAPURA, iNews.id - Video viral kesaksian nakes korban KKB beredar di media sosial. Mereka mengaku disiksa, lalu dilucuti pakaiannya dan dilempar ke jurang.
Insiden ini terjadi saat penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kiwirok Pegunungan Bintang, Senin (13/9/2021) lalu.
Seorang korban selamat menjadi saksi kebiadaban anggota KKB pimpinan Lamek Taplo pada saat itu. Mereka sempat diburu seperti hewan sampai tertangkap.
"Sekitar 20 menit terjadi kerusuhan dan pembakaran, plafon asrama yang ditempati nakes mulai terbakar dan runtuh. Saya bersama suster Kristin, suster Ela (Gabriela Meliani), dan suster Anti memilih keluar dari barak medis," kata seorang tenaga medis pria dalam video viral itu, Sabtu (18/9/2021).
Namun setelah lari keluar gedung asrama untuk menyelamatkan diri dari kobaran api, tak membuat para nakes dapat selamat. Di luar gedung telah menunggu puluhan anggota KKB membawa berbagai senjata, mulai dari parang hingga panah.
Mereka mengepung para nakes yang dilanda ketakutan. "Saat saya berusaha lari bersama tiga suster ini, mereka (KKB) langsung menghadang dari segala arah. Ketiga suster saya rangkul lalu lari ke dekat jurang," ujarnya.
Para anggota KKB ternyata tetap memburu para nakes tersebut. Akhirnya mereka berupaya lari ke rumah warga. Rumah warga yang didatangi para nakes untuk berlindung, langsung dibakar oleh KKB.
"Saya bersama ketiga suster lari ke kamar mandi untuk berlindung. Salah seorang warga yang saya ketahui bernama Emanuel Abi dipanah oleh anggota KKB saat mencoba menolong kami," ujar nakes tersebut.
Serangan yang semakin brutal, membuat keempat nakes ini memilih untuk keluar dari persembunyian untuk lari menyelamatkan diri. Mereka sempat melihat rumah-rumah warga dibakar secara brutal.
"Melihat kami berlarian, mereka terus mengepung. Kami akhirnya kembali lari ke arah jurang, karena tidak ada jalan lagi keluar dari kepungan. Saya tanya ketiga suster tersebut, dan mereka bersedia melompat ke jurang," katanya.
Saat mendarat, keempat nakes ini terpisah. Nakes pria tersebut tersangkut di akar dan semak-semak di kedalaman sekitar 150 meter. Sementara ketiga suster tersangkut di pohon dan akar di kedalaman sekitar 30-50 meter.
Anggota KKB OPM ternyata tetap dengan beringas memburu para nakes yang sudah berada di dalam jurang. Ketiga suster berhasil ditangkap. Anggota KKB OPM tersebut langsung mengumpulkan ketiga suster tersebut.
"Dalam kondisi ketakutan, mereka seenaknya membuka pakaian para suster menggunakan parang. Pakaian dalam para suster dirobek menggunakan parang, dan para suster disiksa dengan pukulan dan tikaman," ujarnya.
"Bahkan, maaf, dalam kondisi tanpa pakaian, salah satu suster ditikam kemaluannya. Ada yang ditikam pahanya dan dipukuli kepalanya. Mereka dengan keji menyiksa para suster yang sudah tak berdaya," katanya.
Akibat kesakitan disiksa dan ditikam dalam kondisi tanpa pakaian, para suster tersebut pingsan. Melihat para suster sudah dalam kondisi tak berdaya, anggota KKB OPM melempar para suster tersebut ke dalam jurang.
"Suster Ela (Gabriela Meilani) akhirnya meninggal dunia setelah terjatuh ke dasar jurang yang dalamnya sekitar 500 meter. Sementara suster Kristin masih selamat dalam kondisi luka-luka. Sedangkan suster Anti saya belum tahu kondisinya," ujarnya.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal